Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Kudus
Refleksi Akhir Tahun Radar Kudus

Semangat Be Better, Be Greater

22 November 2018, 18: 25: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

M.ULIN NUHA/RADAR KUDUS

SUASANA HIJAU DAN SEGAR: Direktur serta karyawan Radar Kudus dan Radar Semarang foto bersama di perkebunan teh Tambi, Wonosobo. (M.ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

WONOSOBO - Bel berbunyi tepat pukul 07.00 Senin kemarin. Para karyawan Radar Kudus dan Radar Semarang keluar dari kamar-kamar di kompleks PT Tambi. Semua bersiap menikmati teh Tambi, Wonosobo.

Teh ini tanpa campuran dari teh di luar Tambi. Sebagaimana teh yang beredar di pasaran. Terasa istimewa. Para karyawan pagi kemarin tidak hanya menikmati teh Tambi, tapi juga melihat pemetikan daun teh sampai jadi dalam bentuk teh kemasan.

Ya, usai ngeteh pagi, para karyawan diajak ke perkebunan teh oleh Agus Susetyo, kasi wisata Perkebunan PT Argo Tambi. Sebelum menuju perkebunan, para karyawan foto bersama di depan front office.

PETIK TEH: Manajer Keuangan Etty Muyassaroh memetik teh menggunakan pakaian lengkap ala pemetik teh.

PETIK TEH: Manajer Keuangan Etty Muyassaroh memetik teh menggunakan pakaian lengkap ala pemetik teh.

Setelah itu, mereka ke perkebunan teh yang terletak di belakang penginapan. Yang pada malam sebelumnya ditempati.

Hamparan hijau perkebunan teh langsung tersaji begitu menuruni tangga di balik tembok di samping kantor Argo Tambi. Di sana juga tampak puluhan pemetik teh. Ada yang pakai mesin. Ada juga yang manual memakai gunting.

Sejumlah karyawan ada yang berpose membawa gunting potong ikut panen daun teh. Direktur Radar Kudus dan Radar Semarang Baehaqi meminjam peralatan petik manual seperti layaknya pemetik sungguhan. Menggendong kranjang kecil. Lengkap dengan celemeknya.

Direktur memeragakan petik daun teh. Teman-teman Radar Kudus dan Radar Semarang tak mau kalah. Redaktur Pelaksana Radar Kudus Ulin Nuha juga Manajer Keuangan Etty ikut mempraktikannya.

Puji Ikhsani, manager Kebun mengungkapkan area kebun teh yang berada di atas 1.600 MDPL. PT Perkebunan Agro Tambi memiliki luas 830 hektare.

Adapun 80 persen hasil teh untuk diekspor dan 15 persen keperluan nasional. “Kemudian, yang 5 persen untuk warga lokal Wonosobo. Beberapa produk teh yang beredar di pasaran ambil teh dari kami,” paparnya.

Ia menjelaskan, teh Tambi yang dihidangkan ke karyawan Jawa Pos Radar Kudus dan Radar Semarang asli Tambi. Tidak ada campuran dari teh luar Tambi. Kalau teh di pasaran sudah campuran. Tidak asli Tambi.

Di perkebunan itu, ada 600 pemetik manual yang seluruhnya warga lokal. Sehari biasanya mencapai 60-120 Kg mulai jam 06.00 sampai 11.00. Perusahaan mulai memakai mesin sejak 2015. Saat ini perusahaan itu memiliki 22 unit mesin.

Setelah puas berfoto ria di perkebunan teh, para karyawan diajak ke pabrik tempat produksi. Lokasinya masih di kompleks sama. Di sana, mereka melihat langsung produksi teh sejak setelah dipetik, hingga siap diekspor. Di antaranya ke Negara Eropa dan Asia.

Prosesnya, ternyata panjang. Setelah dipetik, teh dilayukan untuk kemudian digiling, dikeringkan, lalu baru dilakukan penjenisan. Masing-masing proses tersebut ada ruangan tersendiri.

Agus Susetyo menerangkan, selembar teh bisa dibagi dalam 13 jenis teh. Dan, bagian atas berkualitas paling baik. Usai melihat langsung produksi teh Tambi, para karyawan lalu kembali ke front office untuk sarapan.

Para karyawan menikmati sarapan pagi dengan menu soto Wonosobo. Sekitar pukul 09.40, para karyawan berkumpul seluruhnya untuk bersiap pulang. Direktur Baehaqi lalu memimpin doa untuk ayahanda Abdul Rochim yang wafat pada dini hari Minggu kemarin. Di akhir sambutan, Baehaqi kembali memberi yel yel semangat. "Radar Kudus, Radar Semarang," teriak Baehaqi. "Be Better, be Greater," balas semua karyawan Radar Kudus dan Radar Semarang. Yel-yel ini sebagai semangat menatap 2019 agar jadi lebih baik dan lebih besar.

Setelah itu seluruh karyawan Radar Kudus dan Radar Semarang pun menaiki armada lalu perjalanan pulang ke Semarang dan Kudus.

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia