Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Buat Grup Tari Sendiri

17 November 2018, 09: 59: 45 WIB | editor : Panji Atmoko

Dwi Nur Ana Rita

Dwi Nur Ana Rita (DOK PRIBADI)

BERBAKAT di bidang seni tari membuat Dwi Nur Ana Rita terus mengembangkan kebolehannya itu. Meskipun tidak ada pelatih khusus, ia bersama dua orang temannya belajar tari secara mandiri. Mereka terbentuk dalam satu grup sejak masih duduk di bangku SMP.

Dara yang beralamat di RT 4/RW 5, Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Jepara, ini, menceritakan, dia sudah mulai menari sejak kelas III SD. Saat itu, dia lebih banyak menari modivikasi tanpa panduan pakem.

Setelah masuk SMP, ia mengikuti ekstrakrikuler tari. Di luar itu, bersama dua orang temannya membuat grup tari sendiri. ”Walau sudah SMA, grup kami masih berlanjut sampai sekarang,” ujarnya.

Dia menceritakan, saat duduk di kelas VIII SMP dia berhasil meraih juara II Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N). Pada saat duduk di kelas X SMA sempat berhenti karena ikut ekstrakurikuler bahasa Inggris.

Tapi, naik kelas XI ia putuskan untuk kembali menari. Dia merasa lebih nyaman di seni tari. ”Meskipun postur tubuh cenderung pendek saya tetap percaya diri kalau menari,”imbuhnya.

Alumni SMAN 1 Bangsri tersebut, mengungkapkan, senang mempelajari berbagai jenis tarin. Di antaranya tari semarangan, golek manis, gambyong, dan bondan tani. ”Tapi lebih sering nari bondan manis,” ungkapnya. (war/lin)

(ks/war/lin/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia