Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Apresiasi Bursa Inovasi Desa, Wabup Jepara Cicipi Wingko

Jumat, 09 Nov 2018 18:36 | editor : Ali Mustofa

SUKSES: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengunjungi stand Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 kemarin di Pendapa Kartini Jepara.

SUKSES: Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengunjungi stand Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 kemarin di Pendapa Kartini Jepara. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Berbagai inovasi desa ditampilkan di setiap stand kecamatan pada Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Jepara di depan Pendapa Kartini Jepara kemarin. Usai pembukaan secara resmi, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyempatkan berkeliling stand. Didampingi Kabid Pengembangan dan Kerjasama Desa Dinpermadesdukcapil Provinisi Jawa Tengah, Didi Haryadi melihat 61 inovasi desa yang dipamerkan. Bahkan keduanya sempat mencicipi hasil inovasi makanan wingko dari singkok.

Di antara hasil identifikasi inovasi yang dilakukan tim di tiap kecamatan mecakup tiga bidang. Yaitu kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal, pengembangan SDM, dan infrastruktur desa. Pengembangan ekonomi seperti yang ada di wilayah Mlonggo berupa Singkong Suwawal yang diolah menjadi wingko. Kemudian pengolahan ikan segar menjadi kerupuk ikan di Karimunjawa.

Sedangkan pengembangan SDM ditemukan Menggapai Mimpi melalui Kucica (Aku Cinta Baca) perpustakaan berbasis internet, Donorojo. Ada pula Digas Kalem yaitu cara cermat untuk menyimpan dan mengamankan arsip keluarga dan lembaga di Tahunan. Serta infrastruktur desa berupa Sistem Irigasi Naga Kalialit Berkah Bagi Petani, Welahan dan Sarana Irigasi dengan Pralon, Kembang.

Melihat berbagai inovasi yang berhasil diidentifikasi Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) kecamatan, Andi mengapresiasi kinerja tim selama dua bulan terakhir. Dari inovasi yang muncul dari desa, diharapkan ada sinergi dengan pemerintah daerah. Sehingga potensi lokal yang dihasilkan dari buah karya inovasi bisa sejalan dengan program daerah.

“Kabupaten maupun provinsi gencar melakukan pembenahan infrastruktur. Maka dari desa diimbangi dengan pemanfaatan dana desa melalui inovasi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara Bambang Slamet Raharjo mengungkapkan, kegiatan ini baru pertama kali digelar. Melalui event ini akan terjadi  interaksi dan serap aspirasi serta saling  mengedukasi antara peserta dan penyelenggara bursa. Setiap desa bisa mengadopsi bahkan mengembangkan inovasi yang ditampilkan. 

“Kegiatan Bursa Inovasi Desa  ini akan menginspirasi peserta bursa dalam hal ini adalah pemerintah desa. Tiap desa bisa menerapkan kegiatan-kegiatan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di desanya masing-masing,” ujarnya.

(ks/war/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia