Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Penyebab Ambrolnya Atap Stadion Wergu, Wabup: Ada Pencurian Kualitas

Kamis, 08 Nov 2018 19:02 | editor : Ali Mustofa

CEK LANGSUNG: Wakil Bupati (Wabup) Hartopo saat mengecek atap tribun Stadion Wergu Wetan yang runtuh kemarin.

CEK LANGSUNG: Wakil Bupati (Wabup) Hartopo saat mengecek atap tribun Stadion Wergu Wetan yang runtuh kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Robohnya atap tribun utara Stadion Wergu Wetan membuat Wakil Bupati (Wabup) Kudus Hartopo turun tangan. Kemarin, sekitar pukul 10.45 dia bersama sejumlah anggota DPRD Kudus mengecek kondisi stadion pasca atapnya ambruk.

Saat kali pertama datang, dia langsung menuju reruntuhan atap stadion yang sudah terkumpul di sebelah barat bangunan tribun utara. Pria yang mengenakan kacamata hitam itu, mengecek besi kerangka atap stadion. Termasuk galvalum.

Sebelumnya, atap bagian utara Stadion Wergu Wetan terlempar dan jatuh di jalan utara stadion atau depan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus. Kejadiannya sekitar pukul 16.00 Selasa (6/11) lalu.

Saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang. Untuk tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun ada tiga mobil dan satu motor tertimpa.

Hartopo menilai, konstruksi bangunan kurang perhitungan yang matang. Penyebab ambruknya atap Stadion Wergu Wetan memang saat hujan deras dan angin kencang. Meski demikian, ia menilai hal ini hanya salah satu pemicu ambruknya atap tribun bagian utara stadion itu.

”Dalam perencanaan memang dicantumkan spesifikasi terkait ketebalan material yang digunakan. Namun untuk tingkatan kualitasnya sendiri tidak ada. Saya kira ini mungkin ada pencurian kualitas,” katanya.

Diketahui spesifikasi galvalum yang digunakan yakni dengan ketebalan 0,3 milimeter. Sedangkan untuk ketebalan besi berwarna hijau untuk konstruksi atap memiliki ketebalan 0,7 milimeter.

”Saya kira ini (kerangka besi, Red) tidak ada kandungan bajanya. Seharusnya besi yang digunakan untuk konstruksi atap ada campuran bajanya biar ada kekuatan,” kata Hartopo sambil menunjukkan potongan kerangka besi yang bengkok.

Wabup meminta agar segera dilakukan investigasi terkait kualitas material bahan yang digunakan. Ketika nanti hasil dari investigasi ini memang didapati temuan yang bermasalah, ia akan melimpahkan kasus ini ke pihak yang berwenang.

”Sementara ini kami selidiki secara internal dulu. Kalau memang nanti ada temuan, biar BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) propinsi yang turun,” terangnya.

Selama investigasi berlangsung, ia meminta pekerjaan pembangunan stadion kebanggaan tim sepak bola Persiku itu, dijeda sementara. Hal ini untuk memudahkan kerja tim teknis yang rencananya akan terdiri dari tim Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), kontraktor, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, dan ahli sipil dari universitas.

Sementara itu, Margo Waluyo, komisaris PT Kokoh Prima Perkasa sebagai pihak kontraktor, mengatakan, bahwa material yang digunakan dalam pengerjaan proyek multiyears tahap pertama senilai Rp 22 miliar itu, sudah sesuai spesifikasi.

”Material yang kami gunakan sudah sesuai spesifikasi. Ketebalannya juga sudah sesuai dengan apa yang direncanakan,” katanya.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sementara itu, pembangunan tahap pertama proyek multiyears Stadion Wergu Wetan direncanakan akan selesai pada Selasa (20/11) mendatang. Namun, hal ini dirasa akan molor karena insiden ambruknya atap tribun bagian utara pada Selasa (6/11) sore lalu.

”Terkait dengan kejadian ini, kami sudah ada arahan untuk perpanjagan waktu penyelesaian. Ya, memang karena kondisi alamnya seperti ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Joko Susilo kemarin.

Ia mengatakan, waktu perpanjangan penyelesaian pembangunan tersebut dimungkinkan sekitar sebulan. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi atas kejadian ini. Disebutkan, hari ini Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) rencananya datang untuk mengecek tribun ini.

”Besok (hari ini, Red) TP4D akan ke sini mengecek. Rencananya mau datang hari ini (kemarin, Red). Namun karena ada keperluan, jadi diundur,” katanya.

Sementara itu, menanggapi insiden ini, anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kudus M Nur Khabsyin, mengungkapkan, sementara ini pihaknya mengusulkan untuk menempuh jalan persuasif. Yakni dengan mendatangkan tim ahli dari teknik untuk menyelidiki penyebab terjadinya atap stadion roboh ini.

”Nanti biar diteliti bagian mana yang menjadi penyebab (runtuhnya atap stadion bagian utara). Apakah memang salah di kualitas material, apa salah di desain perencanaan. Nanti biar tahu kebenarannya,” tuturnya.

Ia meminta, penyelidikan tersebut tak hanya dilakukan di tribun sebelah utara yang notabene  mengalami masalah. Namun, juga tribun di bagian selatan. Pengecekan pun tak hanya di material atap tribun, namun semuanya. ”Harus ada pertanggungjawaban. Apalagi ini proyek nilainya besar,” imbuhnya.

Khabsyin melanjutakan, kejadian ini sudah mencoreng wajah Kudus di bidang olahraga. Seharusnya pembangunan ini dapat menjadikan Kudus menjadi lebih bagus. Namun justru malah ironi, karena adanya kejadian ini.

Disinggung terkait kemungkinan adanya dugaan pencurian spesifikasi kualitas material untuk mengeruk keuntungan, ia enggan berkomentar banyak. Ia berujar hal itu mungkin saja terjadi.

”Mungkin saja. Namun nanti akan tetap dikaji lagi untuk memperoleh kejelasannya. Nanti biar Komisi D yang menindaklanjuti dengan mengundang pihak-pihak terkait, karena mereka yang berwenang,” tuturnya.

Anggota Komisi D DPRD Kudus Sayid Yunata saat dimintai keterangan, belum banyak memberikan berkomentar mengenai hal ini. ”Kami saat ini belum bisa bicara bagaimana ke depannya. Nanti menunggu informasi atau analisa dari pihak pelaksana teknis lapangan,” ujarnya singkat.

Kemarin wartawan koran ini, mencoba menelusuri perkembangan pembangunan Stadion Wergu Wetan Kudus. Saat itu waktu menunjukkan pukul 09.18. Di tribun bagian utara beberapa pekerja sudah melakukan aktivitas biasa. Demikian juga di tribun selatan, aktivitas berjalan seperti biasa mulai lantai dasar hingga tribun teratas.

Sore hari, wartawan koran ini kembali mendatangi Stadion Wergu Wetan Kudus. Saat itu, pintu masuk sebelah utara hanya terbuka selebar motor. Pemandangan yang terlihat, reruntuhan besi yang sudah ditumpuk di sebelah timur pintu masuk utara atau bagian barat tribun utara. Sementara untuk besi yang masih bagus diletakkan di sebelah barat pintu masuk. Saat itu, tampak empat orang pekerja bangunan sedang memilah-milah besi yang masih bagus.

Beranjak ke sebuah pos yang bertuliskan ”pos konsultan”. Saat masuk ke dalam ruangan tersebut untuk menanyakan detail spesifikasi bahan yang digunakan untuk atap tribun kedua petugas bungkam.

Di luar ruangan pos konsultan, ada empat orang yang sedang bercengkrama di dekat pintu masuk sebelah utara sambil merokok. Saat wartawan sedang berusaha mengukur sendiri berapa spesifikasi besi yang sudah ambruk, keempat orang itu menghampiri dan menghalang-halangi.

”Kuwe raksah ngukur dewe. Mbok ukur dewe kuwe malah salah, urusane ruwet. Arep mbok nggo opo (kamu tak usah ngukur sendiri. Kamu ukur sendiri malah salah, urusannya rumit),” ujar salah seorang di antaranya. Tak ingin memperkeruh suasana, wartawan memilih untuk meninggalkan lokasi. (vga)

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia