Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Dihempas Angin, Atap Stadion Wergu Ambruk, Begini Penampakannya

Rabu, 07 Nov 2018 19:13 | editor : Ali Mustofa

AMBRUK: Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

AMBRUK: Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (DONNY SETIAWAN/ RADAR KUDUS)

KUDUS – Atap bagian utara Stadion Wergu Wetan ambruk kemarin sore. Itu setelah atap itu dihempas angin disertai hujan. Karena begitu kuat hempasan angin, atap ambruk membalik ke balakang stadion atau ke jalan raya depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kudus.

Atap ambruk itu menimpa tiga mobil dan satu kendaraan bermotor yang berada di belakang stadion itu. Beruntung, penumpang di kendaraan tersebut selamat. Hanya alami luka ringan.

Salah satu korban Raharjo yang juga staf Bawaslu Kudus mengatakan, dirinya membawa mobil Avanza hitam H 9171 NQ lewat di lokasi kejadian. Dia bersama dua rekannya, Anik herawat dan Wahyu Yuliana menuju arah Timur.

Saat di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau belakang Stadion Wergu dia memutuskan menepi. Lantaran hujan lebat dan jarak pandang terbatas. Tiba-tiba angin kencang. Ranting pohon di sekitar belakang stadion berjatuhan. Ada suara gemuruh dari arah timur. Ternyata atap stadion terhempas angin ke arah belakang stadion.

”Ambruknya atap pelan-pelan. Sampai ada suara brak di atas mobil yang saya kendarai. Ternyata tertimpa atap stadion,” jelasnya. 

(DONNY SETIAWAN/ RADAR KUDUS)

Saksi lanin Kusmiyanto warga asal Demak ini membawa mobil kijang putih bernomor polisi K8714 HC. Mobilnya juga tertimpa atap dan rangka stadion. Situasi saat kejadian agak gelap. Angin berhembus kencang disertai hujan. ”Mobilnya saya berpapasan dengan mobil avanza hitam milik Bawaslu,” papar Kusmiyanto.

Setelah tertimpa atap dan rangka stadion, Kusmiyanto sempat terjebak di dalam mobil. Atap dan seng stadion menghalangi pintu mobilnya. Terpaksa warga harus mencongkel pintu mobil milik Kusmiyanto. Sekitar 20 menitan, Kusmiyanto berhasil dievakuasi dari dalam mobil.

 “Pintu mobil saya harus dicongkel. Saya keluar dari mobil susah. Karena masih ada instalasi setrum dan beberapa seng dan rangka atap menimpa mobil saya,” jelasnya kepada Radar Kudus.

Situasi saat itu memang terbilang chaos lantaran atap seng dan rangka yang ambruk dibarengi dengan ranting dan batang pohon berjatuhan. Banyak warga yang ingin menonton. Itu membuat situasi tidak kondusif.

Beberapa pihak berwenang dibantu instansi lainnya datang ke lokasi sekitar 16.15. Hingga petang tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Kudus, SAR Nahdlatul Ulama, Relawan Nahdlatul Ulama, Satpol PP, dibantu warga bersama-sama membersihkan puing-puing reruntuhan stadion.

Kerugian akibat peristiwa itu belum diketahui secara pasti. Pada Senin lalu (5/11) Bupati Kudus Muhammad Tamzil sempat mewanti-wanti bahwa pengaman tribun di lantai tiga masih belum aman.

(DONNY SETIAWAN/ RADAR KUDUS)

Sementara itu, di ujung pembangunan tahap pertama Stadion Wergu Wetan diwarnai insiden yang cukup menggemparkan. Atap tribun bagian utara terlepas dan mengenai tiga mobil yang sedang melintas di depan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus.

Lepasnya atap tribun ini bermula ketika terjadinya hujan deras disertai angin kencang di beberapa wilayah di Kabupaten Kudus. Termasuk di sekitar stadion kebanggaan Persiku ini. Hingga membuat konstruksi atap yang terbuat dari besi dan galvalum terbang ke jalan.

Terkait kejadian ini, Wakil Bupati Kudus Hartopo mengatakan pihaknya akan segera melakukan kroscek. Pihaknya akan meminta penjelasan informasi dari dinas yang bertanggungjawab dan pihak rekanan yang menangani proyek senilai Rp 22 miliar ini.

”Rencana kami akan lakukan kroscek besok habis ashar (hari ini, Red). Kami akan pastikan spesifikasi material yang digunakan,” katanya.

Meskipun memang dipicu adanya hujan deras dan angin kencang, ia tetap menyayangkan adanya insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 kemarin. Ia menyebut, ketika semua dikerjakan sesuai dengan aturan dan spesifikasi, seharusnya hal seperti ini tidak terjadi.

”Kami akan evaluasi. Ketika memang nanti ditemukan ada material yang tidak sesuai dengan spesifikasi kami akan laporkan ke BPK,” jelasnya.

Diketahui, Desember lalu, telah disepakati adanya renovasi stadion kebanggan kota Kudus ini. Perbaikan  ini mendesak dilakukan karena kondisinya sudah tidak layak. Karet pembatas telah rusak. Selain itu tribun penonton juga hanya ada dibagian timur dan barat saja. Bahkan fasilitas menunjang lainnya juga perlu diperbaiki.

Berdasarkan surat perintah kerja (SPK), tahap pertama proyek multiyears ini membutuhkan waktu 180 hari atau enam bulan. Terhitung, mulai 17 Mei hingga 17 November mendatang. Dengan menelan anggaran Rp 22.870.000.000 dari APBD 2018. (vga)

(DONNY SETIAWAN/ RADAR KUDUS)

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia