Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Buka Festival, Begini Penjelasan Bupati Soal Potensi Pangan Lokal

Minggu, 04 Nov 2018 20:32 | editor : Ali Mustofa

LESTARIKAN LOKALAN: Bupati Haryanto memberikan kuis kepada anak-anak mengenai sumber bahan pangan lokal di Festival Pangan Lokal di Alun-alun Simpang Lima Pati kemarin pagi.

LESTARIKAN LOKALAN: Bupati Haryanto memberikan kuis kepada anak-anak mengenai sumber bahan pangan lokal di Festival Pangan Lokal di Alun-alun Simpang Lima Pati kemarin pagi. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

1.    PATI – Bupati Haryanto mengenalkan beberapa bahan pangan lokal kepada anak-anak saat membuka Festival Pangan Lokal di Alun-alun Simpang Lima Pati kemarin pagi. Puluhan anak-anak diberikan kuis untuk menyebutkan nama bahan pangan lokal.

Hasilnya, anak-anak jarang yang paham mengenai bahan pangan lokal tersebut. Beberapa tanaman yang bisa menjadi bahan pangan lokal tersebut seperti kluweh, klerut, dan aneka tanaman berupa umbi-umbian.

Hal itu dilakukan untuk mengenalkan potensi pangan lokal kepada anak-anak. ”Jadi, di masa mendatang anak-anak ini tetap mengenal pangan-pangan lokal yang gizinya juga baik. Tak hanya mengenal produk-produk makanan instan,” kata bupati. Dari sekian anak-anak yang diberikan kuis, memang banyak yang salah menyebutkan.

”Tadi kluweh ada yang menyebutnya sirsak. Klerut juga disebutkan tunas pohon pisang. Nah, hal-hal seperti ini harus kita rintis kembali, supaya anak-anak mengenalnya. Kalau seusia saya masih mengenal, tapi anak-anak ini sudah tak paham dan tak mengerti,” papar Bupati Haryanto kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati Sujono, mengungkapkan, adanya festival pangan lokal ini diharapkan menjadi edukasi kepada masyarakat untuk lebih memanfaatkan potensi bahan baku pangan lokal.

Menurutnya, selama ini potensi bahan pangan lokal di Kabupaten Pati belum tergarap secara maksimal. ”Potensi banyak dan beragam. Baik berupa umbian-umbian dan lainnya. Namun ya belum tergarap maksimal,” kata Sujono. Apalagi saat ini dukungan terhadap pemanfaat pangan lokal sudah didukung pemerintah, melalui penerapan Perbup Nomor 72 Tahun 2018 tentang Pangan Lokal.

Lebih lanjut, pihaknya berharap, dengan potensi sumber bahan pangan lokal ini, akan dikembangkan oleh masyarakat untuk diolah dan menjadi sebuah produk. ”Dengan adanya festival ini, kami juga berupaya untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras sebagai bahan pangan dan sumber karbohidrat. Sumber karbohidrat yang bisa memenuhi asupan gizi ada banyak selain beras,” paparnya.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia