Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Peduli Pasien Gagal Ginjal, RSUD Kudus Launching "Si Pena Hati"

Minggu, 04 Nov 2018 14:52 | editor : Ali Mustofa

CENDERAMATA: Direktur RSUD dr Loekmonohasi Kudus Abdul Azis Achyar, M.Kes., bersama  Asisten ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraaan Rakyat Sekda Kab Kudus, Ali Rifai, SH. MH, menyerahkan sovenir kepada ketua club CLBK Drs. Khundori.

CENDERAMATA: Direktur RSUD dr Loekmonohasi Kudus Abdul Azis Achyar, M.Kes., bersama Asisten ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraaan Rakyat Sekda Kab Kudus, Ali Rifai, SH. MH, menyerahkan sovenir kepada ketua club CLBK Drs. Khundori. (RSUD dr. Loekmono Hadi For Radar Kudus)

KUDUS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus, launching aplikasi "Si Pena Hati" atau sistem pelayanan hemodialisa terintegrasi melalui aksi dan aplikasi dalam upaya kesehatan ginjal pada Sabtu, (3/11) lalu.

Pasien gagal ginjal di Kabupaten Kudus dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal itu, bisa dilihat dari jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan rawat jalan, rawat inap dan angka kunjungan pasien ke unit hemodialisa.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar, M.Kes., mengatakan, pencetus aplikasi "Si Pena Hati" adalah Kasi Pelayanan Rawat Inap Desi Wijioarti, S.Kep. Ners., dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pasien hemodialisa. Selain itu juga dalam rangka mendukung visi  dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus di bidang kesehatan.

RSUD dr loekmonohadi Kudus me-launching aplikasi "Si Pena Hati" yaitu sistem pelayanan hemodialisa yang terintegrasi, digagas oleh Kasi Pelayanan Rawat Inap Desi Wijioarti, SKep.,Ners.

RSUD dr loekmonohadi Kudus me-launching aplikasi "Si Pena Hati" yaitu sistem pelayanan hemodialisa yang terintegrasi, digagas oleh Kasi Pelayanan Rawat Inap Desi Wijioarti, SKep.,Ners. (RSUD dr. Loekmono Hadi For Radar Kudus)

Melalui aplikasi "Si Pena Hati" jelasnya, seluruh pasien akan terfasilitasi. Mereka mendapatkan informasi layanan seperti  kegiatan edukasi pasien gagal ginjal, kegiatan kelompok senam, jemput pasien gagal ginjal dalam kondisi emergency, kegiatan gathering care, love, and be healthy kidney (CLBK), reminder pasien kontrol, reminder minum obat, reminder kegiatan gathering CLBK, reminder kegiatan senam ginjal-ginjal juga SMS Support System.

”Dengan adanya aplikasi tersebut, dia berharap, secara medis pasien bisa tertangani dengan baik sehingga bisa memperpanjang harapan hidup,” jelas Azis Achyar.
Menurut Kasi Pelayanan Rawat Inap Desi Wijioarti, pasien gagal ginjal merupakan pasien yang membutuhkan perhatian banyak pihak. Mereka juga memiliki komunitas care, love and be healthy kidney (CLBK).

"Sesama penderita tentunya saling berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain agar masing-masing penderita tetap termotivasi untuk menjalani kehidupan dengan baik," jelasnya.
menurutnya, aplikasi "Si Pena Hati" juga memiliki fitur untuk mengingatkan penderita melakukan pertemuan dengan sesama penderita.

Selain itu, imbuhnya, ada pula fitur pengingat terhadap pasien untuk menghadiri kegiatan senam ginjal maupun motivasi kepada pasien untuk terus hidup sehat melalui layanan pesan singkat. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia