Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Dipugar, Rumah Sastrawan Pramoedya Ananta Toer Ditambah Bangunan Joglo

03 November 2018, 00: 12: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBONGKAR: Kediaman Pramoedya Ananta Toer di Jalan Sumbawa, Kecamatan Kota Blora, mulai dibongkar untuk dilakukan penataan kembali.

DIBONGKAR: Kediaman Pramoedya Ananta Toer di Jalan Sumbawa, Kecamatan Kota Blora, mulai dibongkar untuk dilakukan penataan kembali. (SUBKAN/RADAR KUDUS)

BLORA - Rumah masa kecil sastrawan dunia Pramoedya Ananta Toer di ujung Jalan Sumbawa Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora mulai direvitalisasi kemarin. Genteng dan atap mulai dibongkar. Kediaman yang saat ini dihuni oleh Soesilo Tour (adik kandung Pram) tersebut tak hanya ditata ulang, tetapi bakal dilengkapi bangunan joglo.

Material bangunan juga sudah datang dan menumpuk di depan rumah perpustakaan PATAB tersebut. Dengan begitu, revitalisasi rumah penulis cerita dari Blora itu sudah dimulai.

Pemugaran yang dilakukan pemkab salah tujuannya untuk menarik wisatawan agar berdatangan ke Blora. Sehingga, cita-cita pemkab blora untuk menjadikan rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer sebagai daya tarik wisata sastra bisa terwujud.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (Disporabudpar) Blora Kunto Aji mengungkapkan, revitalisasi rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer ini merupakan dukungan dari kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Sebelum direvitalisasi, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud telah melakukan kunjungan ke rumah Pram untuk berdialog, survei dan pengukuran.

Setelah revitalisasi, rumah yang menjadi tempat tinggal penulis Tetralogi Buru diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Kabupaten Blora. “Direncanakan pula mengembangkan perpustakaan dan informasi tentang karya dan biografi Pramoedya,” katanya.

Rumah masa kecil Pram, memang belum ditetapkan menjadi cagar budaya dan sedang dilakukan pendataan hingga pengkajian. Meski begitu, dalam revitalisasi diusulkan agar bagian dan bentuk asli tidak dipugar. “Kalau sesui gambar ada pembangunan joglo untuk kegiatan temu sastra dan olah karya sastra. Sebab anak-anak di Blora sudah ada yang punya bakat menjadi sastrawan,” terangnya

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia