Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Gali Tanah di Sekitar Punden, Warga Sukoharjo Temukan Situs Makam Kuno

Jumat, 02 Nov 2018 18:45 | editor : Ali Mustofa

CARI SITUS: Beberapa warga menggali tanah di sekitar punden Mbah Gamirah kemarin.

CARI SITUS: Beberapa warga menggali tanah di sekitar punden Mbah Gamirah kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

MARGOREJO – Sebuah struktur bangunan seluas 9x8 meter ditemukan warga di sekitar punden Mbah Gamirah, Desa Sukoharjo, Maregorejo, belum lama. Penemuan struktur bangunan itu diyakini sebagai situs makam kuno dari sosok Mbah Gamirah.

Struktur bangunan yang diduga situs makam kuno itu sendiri ditemukan pada Jumat (26/10) lalu, oleh juru kunci punden tersebut. Penemuan situs itu sendiri dilakukan dengan sengaja oleh juru kunci yang sering mendapat pertanyaan mengenai lokasi makam sosok yang disebut Mbah Gamirah. Namun sang juru kunci sendiri tak mengetahuinya.

”Karena itu saya kemudian tirakat selama sepekan, dan mendapatkan petunjuk. Akhirnya saya gali tanah di sebelah utara sendang, dan ternyata ada sebuah bangunan,” tutur Joko Sunti, juru kunci sendang dan punden tersebut.

Struktur bangunan itu sendiri terpendam dengan kedalaman satu meter dari permukaan tanah. Bentuknya seperti pelataran. Terbuat dari batu bata merah dengan bahan perekat seperti semen dicampur pasir. Namun oleh warga sekitar, perekat itu disebutkan dari serbuk bata, gamping, dan campuran bahan lain.

Batu bata yang tersusun memiliki ukuran yang berbeda. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kudus, ada dua ukuran batu bata merah tersebut. Paling besar sekitar 14x29 sentimeter dengan ketebalan sekita lima sentimeter. Hingga kemarin bangunan tersebut masih terus digali sekitar delapan warga sekitar.

Tentang sosok Mbah Gamirah sendiri, Joko Sunti tak mengetahui sama sekali ceritanya. Namun di punden yang berdiri di bawah pohon beringin tersebut sering dikunjungi banyak orang.

Sementara itu Kasi Cagar Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Trevita Puspita Hadi, langsung melayangkan surat kepada Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menyelidiki langsung mengenai struktur bangunan tersebut.

”Ya merespon temuan itu kami langsung layangkan surat ke balai arkeologi, karena mereka yang berkompeten mengenai benda cagar budaya. Apakah betul itu bangunan cagar budaya atau tidak, kalau betul detailnya bisa digali lagi,” papar perempuan yang akrab disapa Vita ini. Rencananya, tim dari Balai Arkeologi diharapkan untuk melakukan penelitian mengenai bangunan yang diduga sebagai situs makam tersebut.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia