Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Senandung Ombak Dipentaskan di UMK

Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus

Kamis, 01 Nov 2018 09:21 | editor : Panji Atmoko

MUSIKALISASI: Pementasan musikalisasi puisi oleh Teater Lingkar Janji di Auditorium UMK pada (30/10) malam.

MUSIKALISASI: Pementasan musikalisasi puisi oleh Teater Lingkar Janji di Auditorium UMK pada (30/10) malam. (JAMAL ABDUN NASR/RADAR KUDUS)

 KUDUS – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) kembali digelar. Kali ini menampilkan Musikalisasi Puisi yang dibawakan oleh Teater Lingkar Janji. Mengambil tema Senandung Ombak, pertunjukkan diadakan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (30/10) malam kemarin.

Sebagai pembuka, tampil Teater Obeng dari Fakultas Teknik UMK membawakan tiga buah lagu. Mereka membawakan Kisah Kasih di Sekolah, Karna Su Sayang, dan Sayang.

Sebagai penampil utama, Teater Lingkar Janji membawakan enam judul puisi yang diaransemen menjadi lagu. Lagu itu dibawakan oleh Teater Lingkar Janji dengan diiringi lantunan musik yang terdiri dari gendang, gitar, seruling, jimbe, dan keyboard. Musikalisasi pusisi ini juga diiringi dengan monolog dan performing art.

Salah satu judul puisi yang  dibawakan dan menjadi tema pertunjukkan ini, Senandung ombak ditampilkan diiringan adegan dua orang bocah, dengan gaya rambut plontos dan undercut,  yang dikurung dalam sangkar ayam. Dua bocah itu dikurung oleh kakaknya karena menolak untuk mengaji.

Pesan yang ingin disampaikan melalui adegan itu tentang berbedanya kehidupan semasa kecil kakak dan adiknya. Ketika kakaknya masih kecil, mengaji sudah kegiatan rutin. Namun kini, untuk mengaji saja adiknya harus dipaksa.

Eko Supriyanto, salah satu anggota Teater Lingkar Janji, menuturkan, pementasannya kali berawal dari kegelisahan melihat fenomena yang di sekitarnya. Baik itu tentang sosial, agama, maupun cinta.

Ia menyebutkan, enam judul puisi yang dibawakan merupakan hasil ciptaan dari anggota Teater Lingkar Janji. ”Kita mengeksplore ide-ide gila kita. Sebelum menggagas musikalisasi ini,” ujar lelaki yang akrab di sapa Upil itu.

Sebelumnya, kelompok teater yang berbasis di Undaan ini mengaku berlatih selama tiga bulan. Menyamakan waktu menjadi kendala dalam latihan. Hal ini melihat anggota Teater Lingkar Janji memiliki anggota dari berbagai latar belakang.  Ada yang sudah bekerja, mahasiswa, dan pelajar.

”Proses kreatif menggabungkan musik dan performing art juga memakan waktu cukup lama.  Bikin puisi dan diaransemen juga,” katanya.

Selain Senandung Ombak, lima judul puisi lain yang ditampilkan. Yakni Balada Rumah Kosong, Orkes Kekalahan, Nyanyian Luka, Di Bawah Kuasa, dan Keguguran. Acara ini sekaligus launching Devisi Musik Teater Lingkar Janji.

(ks/mal/aji/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia