Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Dompet Empat Penumpang Korban Lion Air JT610 Warga Pati Ditemukan

Rabu, 31 Oct 2018 19:58 | editor : Ali Mustofa

BERDUKA: Sepupu korban, Dwi menunjukkan foto korban bersama istrinya di kediaman orang tua korban di Desa Sitiluhur, Gembong, Pati, kemarin.

BERDUKA: Sepupu korban, Dwi menunjukkan foto korban bersama istrinya di kediaman orang tua korban di Desa Sitiluhur, Gembong, Pati, kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – Empat warga Pati menjadi korban kecelakaan Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat. Salah satunya Nicko Yogha Marenta Utama, 30, warga Desa Sitiluhur, Gembong. Keluarganya kini sudah di Jakarta untuk menggali informasi. Tim Basarnas baru menemukan dompet milik korban.

Suasana di rumah korban kemarin siang lenang. Hanya ada beberapa saudara, perangkat desa dan personel Koramil. Di depan rumah korban sejak kemarin pagi, sudah dipasang tenda dan kursi. Yang menerima tamu family korban, karena orang tua sudah ke Jakarta untuk mengecek. Sedangkan korban merupakan anak tunggal.

Sepupu korban, Dwi Susanto menuturkan, Whatsapp Nicko terakhir aktif Senin (29/10) pukul 06.01 sebelum maskapai yang ditumpangi kecelakaan. Lalu, ayah korban, Taryadi mendapatkan kabar dari istri korban atau menantunya, Keni, Senin (29/10) pukul 10.00.

BERI BANTUAN: Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat mendatangi rumah keluarga Bambang Rozali Usman (47) warga RT 2/RW 9 Desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus yang menjadi salah satu korban kecelakaan Lion Air JT

BERI BANTUAN: Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat mendatangi rumah keluarga Bambang Rozali Usman (47) warga RT 2/RW 9 Desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus yang menjadi salah satu korban kecelakaan Lion Air JT (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Taryadi sebagai pengawas TK/SD Disdik Pati yang tengah bertugas di Kudus langsung pulang ke Gembong. Pukul 12.00 langsung bertolak ke Jakarta untuk mengecek. Ia bersama istrinya, Tri Setyo Utami berangkat ke Jakarta menggunakan mobil.

”Orang tua Nicko di Jakarta masih menunggu pencarian dari Basarnas. Tadi malam orang tuanya sudah diambil sampel DNA-nya di Jakarta untuk dicocokkan. Kami belum menghubungi yang di Jakarta karena masih berduka. Yang di rumah hanya menunggu instruksi. Keluarga di kampung hanya memantau lewat medsos,” imbuhnya.

Dari orang tua Nicko disuruh mengadakan doa. Untuk itu, mulai kemarin (30/10) pagi rumah Nicko sudah dipasangi tenda dan kursi. Doa bersama mulai Senin malam di musala terdekat. Kemudian mulai tadi malam (30/10) dilaksanakan di rumah Nicko.

Keluarga berdoa supaya ada keajaiban, Nicko bisa ditemukan. Serta keluarga diberikan kesabaran. Dwi mengaku sedih dengan peristiwa ini. Dari keluarga tidak mempunyai firasat. Sebelum kejadian itu, orang tua Nicko bekerja seperti biasa.

”Yang selama ini kami kenal, Nicko orangnya baik, ramah, dan dermawan. Dia tak membeda-bedakan teman. Orangnya juga pintar. Lulus dari SMAN 1 Pati lalu kuliah di STAN dan bekerja di Aceh. Sekarang pindah di KPP Pratama Pangkalpinang ,” katanya.

Jika Lebaran dan libur panjang, Nicko dan istrinya pulang ke Pati. Jika tidak, Nicko ke Jakarta karena istri dan kedua anaknya tinggal di Jakarta. Sepekan lalu, orang tua Nicko sempat ke Jakarta karena salah satu anak Nicko sedang sakit.

Selain Nicko, korban Lion Air asal Pati ada Panky Pradana, Yunita Safitri, dan Putri Yuniarsi. Serta ada satu lagi Maria Ulfa, warga Jakarta yang bersuamikan pria asal Panjunan, Pati. Atas musibah itu, Bupati Pati Haryanto turut mengucapkan bela sungkawa.

”Saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah terjatuhnya Lion Air yang di dalamnya ada warga Pati. Semoga ada mukjizat dari Allah, korban ditemukan dalam keadaan baik. Keluarga korban semoga diberikan kekuatan,” tutur Haryanto.

Sementara di Kudus, Imas Heniyati, 47, istri Bambang Rozali Usman, 47, yang menjadi salah satu korban kecelakaan Lion Air JT610 memilih tetap di rumah. Ia masih tak kuasa mendengar kabar suami tercintanya menjadi penumpang pesawat nahas dengan rute Jakarta-Pangkalpinang itu.

Saat ditemui di rumah duka di RT 2/RW 9, Desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus, kemarin, dia tak bisa berbicara banyak kepada media. Ia tengah sibuk mengurus dokumen milik suaminya yang dibutuhkan untuk dikirim ke Jakarta.

”Empat saudara kemarin berangkat ke Jakarta untuk mencari kejelasan informasi. Satu di antaranya kakak dan anak sulung Mas Bambang. Kalau Mbak Imas di rumah. Tadi menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang diinformasikan saudara yang ada di Jakarta,” kata Dian Wahyuningrum, 39, sepupu Bambang.

Kakak korban, Nuryono menuturkan, sampai kemarin belum ada pemberitahuan terkait kondisi adiknya yang bertugas di Pangkalpinang selama hampir tiga tahun itu. Ia menyebut, Kamis malam Bambang pulang untuk kumpul keluarga. Dia juga sempat bikin video ucapan untuk anak sulungnya yang ulang tahun.

”Adik saya itu memang eksis. Bersama istri dan dua anaknya dia bikin vlog, karena anak pertama yang ulang tahun berada di Makassar,” tuturnya.

Dalam video tersebut, Bambang, istri, dan kedua anaknya tampak riang. Bahkan, selain mengucapkan selamat ulang tahun kepada anaknya, mereka juga membuat konten yang lucu. Konten tentang seberapa gregetnya ulang tahun Maulana, anak sulungnya yang sedang bertugas di Makasar. ”Minggu malam balik ke Jakarta naik kereta sebelum naik pesawat ke Pangkalpinang,” kata Imas diiringi isak tangis.

Sementara itu, untuk mengungkapkan rasa belasungkawa, Bupati Kudus Muhammad Tamzil mendatangi rumah keluarga korban. Selain dukungan, Pemkab Kudus juga akan memfasilitasi jika diperlukan.

”Saya mengajak keluarga korban untuk berdoa agar korban yang belum diketahui kondisinya dapat segera diketemukan. Saya fasilitasi semua dan memerintahkan pihak desa untuk mengikuti setiap perkembangan, karena ini warga saya,” Tamzil mengakhiri. 

(ks/put/daf/lin/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia