Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Tingkatkan Daya Saing, Pati Kembangkan 20 Program Inovasi Desa

Rabu, 31 Oct 2018 19:30 | editor : Ali Mustofa

TILIK PRODUK: Bupati Haryanto bersama Forkopimda Pati meninjau produk-produk hasil inovasi desa-desa saat gelaran bursa inovasi desa di alun-alun kemarin.

TILIK PRODUK: Bupati Haryanto bersama Forkopimda Pati meninjau produk-produk hasil inovasi desa-desa saat gelaran bursa inovasi desa di alun-alun kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

PATI – Dana desa yang telah digelontorkan kepada pemerintah desa sejak tiga tahun lalu, kini peruntukannya dialihkan ke ranah program inovasi desa. Tidak melulu kepada program fisik infrastruktur. Program itu dilakukan demi meningkatkan daya saing desa, serta peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Bupati Pati Haryanto membuka bursa inovasi desa di Alun-alun Simpang Lima kemarin. Dia menyebut, dengan adanya program inovasi desa ini, diharapkan mampu meningkatkan daya saing desa-desa dengan sebuah produk yang diunggulkan.

”Rasanya tiga tahun dana desa digelontorkan ke desa sudah cukup untuk program infrastruktur, seperti jalan, talud, maupun gorong-gorong. Kini, desa juga harus cermat untuk berinovasi seperti kegiatan pengembangan usaha, maupun sumber daya manusianya,” jelas bupati.

Oleh karenanya, lanjut bupati, dalam musrenbang nanti kegiatan-kegiatan inovasi ini bisa menjadi prioritas. ”Tapi ya sesuai kebutuhan. Mana yang menjadi prioritas. Namun kami imbau supaya prosentase APBDes untuk kegiatan inovasi ini lebih besar,” papar Bupati Haryanto.

Saat ini, di Kabupaten Pati sudah banyak kegiatan-kegiatan inovasi desa. Seperti pengelolaan sampah oleh BUMDes di Desa Kajen yang telah menghasilkan pupuk organik. Di Desa Langse juga sudah ada kegiatan inovasi mengenai pengolahan kotoran kelinci menjadi produk biogas, telur asap lurik Desa Batursari, Wisata Gua Pancur, Wisata Hutan Pinus Gunungsari, Pasar Senja di Dukuhseti, serta masih banyak program inovasi lainnya.

Salah satu peserta bursa inovasi desa, Muhamad Faisol, mengaku senang atas komitmen dari pemerintah yang sangat mendukung program inovasi desa ini. ”Ya sangat baik program ini. Apalagi desa juga sangat mendukung. Sudah tiap tahun selalu ada alokasi dana untuk penambahan modal kami,” jelasnya.

Sementara itu, dengan program inovasi desa ini pemerintah desa pun turut menyambut dengan gembira. Seperti yang diungkapkan Endang Safitri, kepala Desa Pondowan, Kecamatan Tayu. ”Kami tentu sangat senang. Apalagi dengan program inovasi desa ini. Pada akhirnya bertujuan untuk mendukung sektor perekonomian masyarakat setempat,” paparnya.

Bentuk dukungan itu, lanjut Endang, diperuntukkan juga untuk BUMDes dengan cara penambahan modal usaha. Salah satu kegiatannya, di pengembangan usaha buah matoa. Seperti diketahui, di Desa Pondowon menjadi sentra penghasil buah matoa di Bumi Mina Tani.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia