Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Resmikan BPNT, Bupati: Beli Beras dan Telur Bisa Ditukar Kartu KKS

31 Oktober 2018, 19: 02: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

MERAKYAT: Bupati Blora Djoko Nugroho berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi sasaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Patalan, Blora.

MERAKYAT: Bupati Blora Djoko Nugroho berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi sasaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Patalan, Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Bupati Blora Djoko Nugroho meresmikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Peresmian penyaluran itu digelar di Balai Desa Patalan, Kecamatan Blora. Masyarakat bisa membeli beras dan telur hanya dengan kartu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Sri Handoko menerangkan, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Blora sebanyak 75.534. Terdiri dari 40.052 KPM PKH dan 35.582 KPM non PKH.

Setiap bulannya masing-masing KPM akan menerima bantuan senilai Rp 110 ribu di dalam kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dikerjasamakan dengan BNI 46 dan dibelanjakan di Warung Gotong Royong elektronik (e-Warong). Di mana masing-masing e-Warong akan melayani sekiar 250 KPM di setiap desa.

Bupati Djoko Nugroho mengaku, penyaluran BNPT itu memungkinkan KPM untuk membeli bahan pangan di berbagai penyedia yang bekerja sama dengan pemerintah e-Warong. Itu juga sebagai pengganti rastra.

Bantuan yang bisanya berbentuk beras sejahtera atau rastra, kini diganti non tunai dengan kartu KKS. Masyarakat bias belanja pangan sesuai kebutuhan dengan KKS. ”Jenengan semua cukup memakai kartu yang seperti ATM ini. Tinggal digesek, masukkan nomor PIN-nya untuk membeli beras dan telur,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa kartu tersebut hanya bisa digunakan untuk membeli beras dan telur. Jika masih ada sisa saldo di dalam kartu, maka dilarang digunakan untuk membeli barang lainnya. Harus tetap untuk membeli telur atau beras meski dalam jumlah sedikit.

”Kepada pemilik e-Warong saya minta yang dijual adalah beras lokal Blora. Jangan ambil beras dari luar. Kita ini surplus beras. Jadi, belilah beras petani kita sendiri untuk kebutuhan e-Warong. Begitu juga telur,” lanjutnya.

KPM juga bisa melihat jumlah saldo yang ada dalam KKS di e-Warong yang ada di masing-masing desa. Pemkab Blora akan meresmikan BPNT itu di semua wilayah Kota Sate secara bertahap.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia