Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Terkendala Anggaran, Proyek Tambatan Kapal di Juwana Butuh Investor

Senin, 29 Oct 2018 19:21 | editor : Ali Mustofa

PARKIR: Beberapa petugas mengatur kapal yang semakin padat baru-baru ini. Solusi untuk mengurai kepadatan kapal salah satunya pembangunan tambat kapal.

PARKIR: Beberapa petugas mengatur kapal yang semakin padat baru-baru ini. Solusi untuk mengurai kepadatan kapal salah satunya pembangunan tambat kapal. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI  – Pembangunan proyek tambat kapal Juwana hingga kini belum dilanjutkan. Anggaran dari pemkab hanya untuk pembebasan lahan dan perbaikan akses. Untuk itu pemkab terus mengupayakannya dengan menggandeng investor dan mengajukan anggaran dari pusat.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menuturkan, saat ini pemkab masih menganalisa proyek tersebut. Karena anggaran yang besar dan aset pemkab disana juga besar. Terlebih ada investor yang ingi bekerjasama dengan pemkab nantinya menghasilkan win-win solution.

“Kalau ada investor yang tertarik menanamkan modal silahkan membuat proposal kepada kami. Nanti akan kami analisa dan dibahas berama-sama. Kami juga sudah berdiskusi dengan para investor yang tertarik di Juwana. Seperti investor kapal di daerah Tangerang,” jelasnya kemarin.

Safin yang mempunyai kenalan luas para investor mengiming-imingi berinvestasi di Juwana. Dari segi upah minimum kabupaten (UMK) Pati lebih rendah dari pada di Tangerang dan sekitarnya. Namun ia tidak menekankan UMK. Safin menilai daya saing di Pati masih banyak sehingga akan menguntungkan.

“Dalam pembangunannya, kami mengutamakan kemanfaatan untuk pemkab dari segi pendapatan asli daerah (PAD). Dari kerjasama itu nantinya daerah diuntungkan dengan PAD yang maksimal. Untuk itu kini masih mencari solusi. Beberapa solusi yang memang menguntungkan daerah akan diambil,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pati Edy Martanto mengaku, pemkab akan mengusulkan dana ke pusat sebesar Rp 70 miliar dari APBN 2019. Sebab, tanpa anggaran dari pemerintah pusat atau investor, sulit membangun tambat kapal karena anggarannya yang sangat besar.

“Kalaupun pengajuan anggaran tersebut terealisasi, hanya bisa untuk proses reklamasi saja. Sebab untuk pengurukan lahan seperempat hektare saja, membutuhkan anggaran Rp 1 miliar. Sedangkan luas lahan mencapai 12 hektare. Belum infrastruktur lainnya. Dengan menggandeng investor akan lebih baik,” tuturnya.

Apalagi lahannya sudah disediakan oleh pemkab. Jika ada investor bergabung, maka akan lebih cepat terwujud pembanguan tambat kapal. Nantinya jika sudah terwujud, maka bisa menguntungkan banyak pihak dari pemerintah, investor, hingga perekonomian warga di sekitar Juwana.

(ks/put/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia