Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Waspada! Anak Main Korek Api, Gudang Rongsok Milik Subandono Terbakar

Minggu, 28 Oct 2018 17:40 | editor : Ali Mustofa

LUDES: Sejumlah barang bekas yang disimpah di gudang rongsok di Desa Krapyak, Tahunan, terbakar kemarin.

LUDES: Sejumlah barang bekas yang disimpah di gudang rongsok di Desa Krapyak, Tahunan, terbakar kemarin. (DAMKAR JEPARA FOR RADAR KUDUS)

TAHUNAN – Berhati-hatilah bermain korek api, terlebih anak-anak. Salah-salah bisa berakibat fatal. Buktinya, sebuah komplek tempat penimbunan barang bekas (gudang rosok) di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, terbakar kemarin karena permainan korek api yang luput dari monitor orang tua. Kebakaran ini menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kebakaran itu menimpa gudang rosok milik Subandono. Gudang rosok tersebut berlokasi tepatnya di RT 6 RW 9 Desa Krapyak Kecamatan Tahunan. Kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Kejadian bermula saat anak pemilik gudang rosok tersebut bermain korek api. Percikan api kemudian menyambar barang-barang yang ada di komplek gudang rosok tersebut.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Jepara, Surana mengatakan, usai mendapat laporan kebakaran itu pihaknya menerjunkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 12 petugas pemadam.

Surana menyampaikan, pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB. ”Pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Ada 12 anggota pemadam yang kami terjunkan untuk melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kerugian, Surana menyatakan, kerugian yang ditimbulkan cukup banyak. Yakni mencapai Rp 150 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. ”Korban jiwa nihil,” jelasnya.

Sementara disinggung mengenai kobaran api, Surana menyatakan, tidak sampai membuat ludes barang-barang di lokasi kebakaran. ”Tidak sampai ludes barang-barang di sana,” tuturnya.

Disinggung mengenai kendala, Surana menyampaikan, petugas pemadam sempat mengalami kendala karena akses jalan sempit. Sehingga mobil pemadam membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai di titik terdekat dan melakukan pemadaman. Selain itu asap tebal akibat kebakaran juga membuat petugas sempat kesulitan. ”Namun petugas bisa mengatasi dan melakukan pemadaman,” tuturnya.

Mengingat bahaya kebakaran itu, Surana menambahkan, masyarakat diharapkan tetap waspada. ”Kebakaran di Jepara cukup tinggi, harapan kami masyarakat lebih berhati-hati dan waspada,” imbuhnya.

(ks/emy/him/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia