Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Features
Rias Ajis Santoso, Atlet Senam Peraih Emas 

Demam Tinggi, Tak Bisa Ikut Selebrasi Penerimaan Medali

Sabtu, 27 Oct 2018 07:53 | editor : Ali Mustofa

STRONG: Rias Ajis Santoso, peraih emas di cabor senam Porprov Jateng XV 2018.

STRONG: Rias Ajis Santoso, peraih emas di cabor senam Porprov Jateng XV 2018. (DOK. PRIBADI)

Kontingen Rembang hanya mampu membawa pulang dua keping medali emas di Porprov Jateng XV 2018. Satu di antaranya disumbang Rias Ajis Santoso di cabang olahraga senam. Meski dalam keadaan tidak fit, dia mampu menampilkan yang terbaik. Namun dia terpaksa tak ikut selebrasi penerimaan medali.

Saiful Anwar, Rembang

USAI menyelesaikan lomba di nomor senam lantai pada Senin (22/10) di GOR Unnes, kondisi Ajis terus memburuk. Sang pelatih, Darmuji pun tak mengizinkan atlet andalan itu, untuk meneruskan nomor-nomor yang seharusnya diikuti berikutnya.

Atlet kelahiran Rembang, 11 Maret 1996 itu pun dibawa ke klinik. Beruntung, Ajis pada akhirnya tetap ditahbiskan sebagai yang terbaik untuk nomor senam lantai.

”Ya itu sebelum final, ketahuan pelatih kalau saya demam. Sebenarnya pas masih di hotel, temanku ada yang nggak sengaja pegang badan saya. Dia bilang pasa banget. Tapi saya yakin masih bisa,” papar Ajis.

Seminggu sebelum Porprov Jateng XV digelar, Ajis mengaku, sebenarnya sudah mengalami demam dan pusing. Di hari pertama turun lomba, pada tiga nomor alat pertama, sakitnya kambuh. Sampai di final pun, untuk nomor alat lantai badannya masih lemas dan sakit kepala.

”Sebenarnya pas di final (senam lantai) itu, oleh pelatih saya sudah mau diganti. Tapi saya ngotot yakin masih bisa. Berkat dukungan dari teman-teman, akhirnya saya bisa bermain maksimal,” paparnya.

Usai partai puncak dia kembali dibawa ke klinik. Dia pun tak menerima medali langsung di podium. Dia baru menerima medali emas yang menjadi haknya itu dari pelatih. Ajis yang tinggal di Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber, Rembang, itu pun merasa bangga. Sebab, dia tetap bisa menyelesaikan nomor senam lantai dan membawa pulang medali emas.

Sebenarnya dia juga menjadi andalan di sejumlah nomor lain, seperti palang sejajar, meja lompat, pomel (kuda pelana), ring (gelang-gelang), dan palang tunggal. Namun, dia memang hanya mampu menempati peringkat empat di dua lomba awal sebelum nomor lantai. Yakni, palang sejajar dan kuda pelana.

Sementara itu, perolehan emas yang diraih Kota Garam belakangan memang jauh dari harapan, karena hanya mampu mendulang dua emas dari target 10 emas. Medali emas selain dari Ajis, dipersembahkan oleh Dwi Retno Wulan di cabang olahraga (cabor) muay thai.

Mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes itu, pun langsung dipulangkan sehari setelah mendapat perawatan di klinik. Kini, Ajis memilih berada di rumahnya di Rembang untuk bersiap diri wisuda pada 14 November mendatang.

”Sekarang nggak sibuk apa-apa. Santai di rumah,” kata Ajis yang mengaku belum tahu masa depannya itu.

Ya, Ajis memang mengaku masih belum tahu masa depannya di cabor senam. Sebab, di usianya saat ini, di Jateng tak diselenggarakan kejuaraan. Dia pun ingin bekerja terlebih dulu di luar keatletan. Meski meraih emas di porprov, namun dia mengaku tak terlalu memikirkan untuk tampil di PON 2020 mendatang.

”Target kejuaraan ke depan belum ada ini. PON juga masih lama. Tapi, pasti nanti ada seleksi lagi untuk PON,” paparnya.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia