Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Masuki Penancapan Tiang Pancang, Jalur Tanggulangin Dipersempit

Jumat, 26 Oct 2018 21:03 | editor : Ali Mustofa

PENYEMPITAN JALAN: Jalan arah Demak-Kudus tepatnya memasuki Jembatan Tanggulangin dilakukan penyempitan jalan.

PENYEMPITAN JALAN: Jalan arah Demak-Kudus tepatnya memasuki Jembatan Tanggulangin dilakukan penyempitan jalan. (REZA EKA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Jalan Demak-Kudus sebelum memasuki Jembatan Tanggulangin dipersempit. Hal ini karena ada proyek pengerjaan Jembatan Tanggulangin C. Proyek tersebut memasuki pengerjaan penancapan tiang pancang. Dengan kondisi ini, kemarin sedikit mengalami ketersendatan arus lalu lintas.

Dengan menggunakan seng, pengembang menutupi pekerjaan jembatan bagian barat tersebut. Seng tersebut digunakan untuk mengantisapasi material, agar tidak mengenai pengguna jalan. Sebab, pekerjaan tersebut memiliki risiko kecelakaan tinggi. Sehingga dibutuhkan pengamanan ekstra tersebut. Di mana alat berat juga sedang digunakan.

Menurut Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Putut Sri Kuncoro, pengalihan arus lalu lintas dilaksanakan secara kondisional. Hal tersebut dilakukan apabila terjadi kemacetan panjang. Apabila tidak terjadi kemacetan panjang, arus lalu lintas berjalan seperti biasa.

Pihaknya juga menyiagakan 10 hingga 15 personel. Jika memang dibutuhkan, mereka siap membantu. ”Koordinasi selalu kami lakukan dengan pihak Satlantas dan pengembang. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Satlantas Demak. Hal ini karena pelaksanaan pekerjaan di antara wilayah Kudus dan Demak. Jadi kami selalu berkoordinasi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah punya beberapa konsep pengalihan arus. Tetapi, hal tersebut digunakan sesuai dengan kondisi di lapangan. Apabila tak terjadi kemacetan parah, tak akan dilaksanakan penutupan jalan atau pengalihan arus.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, dengan adanya penyempitan jalan tersebut, beberapa pengguna jalan terganggu. Mereka mengurangi kecepatan pada saat melewati jalur tersebut. Bahkan, di saat beberapa mobil melintas bersamaan terjadi ketersendatan lalu lintas. Tetapi hanya beberapa saat. Setelah itu, arus pengendara lancar lagi.

”Saya lewat sini seminggu tiga kali. Perjalanan saya sedikit tersendat. Biasanya kalau lewat sini bisa kecepatan penuh. Tetapi dengan adanya penyempitan, jadinya harus mengurangi kecepatan,” kata Sudarman, pengguna Jalan Demak-Kudus.

Hal senada juga disampaikan pengguna jalan lain, Achmad Muhdlor. Dia merasa terganggu, namun memahami karena sedang ada pembangunan. ”Kalau misalkan dari pihak berwenang dilakukan seperti itu, kami mengikuti saja. Tak masalah apabila memang untuk kebaikan. Tetapi mungkin bisa diberitahukan dahulu. Sehingga bisa tahu mau lewat jalur mana kalau sini sedang macet,” ujar.

Warga sekitar berharap, agar tak terjadi kemacetan. Sebab, mereka merasa susah apabila akan berpergian. Aktivitas ekonomi juga akan tersendat dengan adanya kemacetan tersebut.

”Keseharian saya berdagang di sini (sekitar Jembatan Tanggulangin, Red). Kalau misal terjadi kemacetan, orang jadi malas lewat sini. Bisa jadi, dagangan saya sepi,” jelas Lisa, warga Desa Tanggulangin yang berjulan sembako ini.

Dampak dari pekerjaan proyek Jembatan Tanggulangin ini, juga dirasakan warga sekitar. Di antaranya terjadi kebisingan dan getaran. Bahkan, beberapa warga takut rumahnya roboh akibat getaran tersebut.

”Tembok saya beberapa kali bergetar. Apalagi saat ada penancapan beton. Takutnya roboh, soalnya sudah tua bangunannya,” ujar Rini, warga Desa Tanggulangin.

Warga sekitar berharap proyek cepat selesai. Sehingga jembatan bisa segera dinikmati. Mereka senang Jembatan Tanggulangin diperbaiki. Sebab, jembatan tersebut memang sudah cukup tua. (rez)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia