Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Himpun Rp 1,8 Miliar, Bupati: Baznas Didorong Tekan Kemiskinan

25 Oktober 2018, 21: 27: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

OPTIMALISASI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi ketua Baznas Rembang, Abdul Wahid Hasby, Sekda Rembang, Subakti dan jajaran Forkompimda foto bersama perwakilan sekolah dalam acara evaluasi dan optimalisasi di lantai IV Setda Rembang, kemarin.

OPTIMALISASI: Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi ketua Baznas Rembang, Abdul Wahid Hasby, Sekda Rembang, Subakti dan jajaran Forkompimda foto bersama perwakilan sekolah dalam acara evaluasi dan optimalisasi di lantai IV Setda Rembang, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabuten Rembang diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian dan mengurangi kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat  evaluasi dan optimalsasi baznas wilayah setempat kemarin.

Menurut bupati, dorong terhadap Baznas penting. Karena melihat potensi yang ada sangat baik dan cukup banyak. Dia mencontohkan, gambaran dari ASN mencapai  7 ribuan. Kalau Rp 100 ribu per bulan bisa menghimpun Rp 700 juta. Kemudian dijumlahkan  setahun dapat Rp  8,4 miliar.

“Jumlah Rp 8,4 m dapat dicapai jika semua ASN masuk dari zakat. Belum lagi dari pemasukan infaq sehingga potensinya cukup besar. Tentunya kalau diperankan dapat mengurangi kemiskinan ataupun menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua Baznas Rembang, Abdul Wahid Hasby melaporkan penerimaan infaq dan zakat selama Januari sampai September 2018. Totalnya hampir Rp 2 miliar atau tepatnya Rp 1,898 miliar yang berhasil dihimpun.

“Rinciannya, untuk perolehan di tahun 2017, zakat sebesar Rp 303.371.708 dan infaq 956.541.019 sehingga total keseluruhan Rp 1.259.912.727,” paparanya.

Terkait alokasi pendistribusian di tahap pertama Rp 627,945,364. Untuk rencana pendistribusian tahap II sebesar Rp 1,324,438, 352. Dimana alokasi pendistribusianya 700 orang miskin, 700 anak yatim, 210 guru madin, 210 marbot masjid, 210 mubalig atau kiai desa.

Kemudian 10 orang penerima RTLH, 51 orang lanjut usia telantar (LUT), 56 tempat cuci kaki masjid atau musala. Termasuk salurkan 150 tangki air bersih dan 322 orang siswa dari keluarga kurang mampu.”Kami juga ikut peduli gempa Lombok dan bantuan peduli korban gempa tsunami di Palu,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia