Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Tempat Mebel Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kamis, 25 Oct 2018 21:18 | editor : Ali Mustofa

TERBAKAR: Tempat jasa finishing mebel terbakar akibat korsleting listrik dini hari kemarin. Kerugian mencapai Rp 150 juta.

TERBAKAR: Tempat jasa finishing mebel terbakar akibat korsleting listrik dini hari kemarin. Kerugian mencapai Rp 150 juta. (DAMKAR FOR RADAR KUDUS)

BATEALIT Lagi-lagi korsleting membakar tempat mebel kemarin sekitar pukul 03.30. Kali ini terjadi di RT 4 RW 4 Desa Mindahan, Batealit. Akibat Kebakaran ini, kerugian pemilik mencapai Rp 150 juta.

Kejadian bermula saat korsleting listrik di area tempat finishing mebel milik Didik. Akibat korsleting listrik, percikan api mengenai beberapa bahan finishing yang mudah terbakar. Seperti kayu, tiner, pewarna kayu, beberapa bahan kimia, dan bahan lain yang mudah terbakar. Beruntung tidak semua area tempat finishing ikut terbakar.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran di Satpol PP dan Damkar Jepara Surana mengatakan, tim damkar langsung menuju lokasi usai mendapatkan laporan. Dibantu oleh warga sekitar, butuh waktu sejam memadamkan api. ”Tidak ada korban jiwa namun kerugian mencapai Rp 150 juta,” tuturnya.

Tim yang diterjunkan sebanyak dua unit pemadam kabakaran. Akses masuk ke dalam tempat finishing yang relatif luas membuat tim memadamkan api dengan mudah. Area yang terbakar bisa diminimalisasi dengan menyemprotan air di titik api paling luar. Sehingga tidak merembet ke area lain.

Surana menambahkan, kejadian dini hari kemarin merupakan kejadian ke 105 sejak awal tahun ini. Kebakaran selama didominasi karena korsleting listrik. Sedangkan lokasi yang sering menjadi tempat kebakaran yakni tempat produksi mebel dan gudang mebel.

Khusus tempat produksi mebel rumahan, sangat minim peralatan safety kebakaran. Maka penangan lambat. ”Sudah sering kami ingatkan tapi tidak ada respon. Kalau ada alat pemadam kebakaran ringan (Apar), api bisa ditangani lebih awal. Sebelum tim pemadam kebakaran datang bisa menggunakannya untuk penanganan awal,” ujarnya.

           Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran. ”Kewaspadaan terhadap kebakaran harus tetap diperhatikan. Meskipun sudah masuk musim penghujan,” tandasnya. 

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia