Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Duh, Pinjaman Ditolak Dewan, Pembangunan Infrastruktur “Dicicil"

Kamis, 25 Oct 2018 21:13 | editor : Ali Mustofa

PERLAHAN: Percepatan pembangunan infrastruktur harus dianggarkan secara bertahap. Karena pengajuan pinjaman daerah tak disetujui oleh DPRD Jepara.

PERLAHAN: Percepatan pembangunan infrastruktur harus dianggarkan secara bertahap. Karena pengajuan pinjaman daerah tak disetujui oleh DPRD Jepara. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Rencana Pemkab Jepara untuk mempercepat pembangunan sejumlah instrastuktur dengan dana Pinjaman Daerah sebesar Rp 100 miliar gagal. Karena DPRD menolak pengajuan dari pemkab. Meski demikian, pembangunan Pasar Bangsri dan infrastruktur lainnya tetap teranggarkan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Lukito Sudiasmara menjelaskan, kebutuhan pembangunan Pasar Bangsri sekitar Rp 60 miliar. Tahun ini sudah teranggarkan Rp 11 miliar. Sedangkan tahun depan teranggarkan Rp 15 miliar.

Untuk memenuhi kekurangannya akan ditutup melalui sebagian dari pinjaman daerah. Dari jumlah rencana pinjaman Rp 100 miliar, yang direncanakan untuk membangun pasar Bangsri sebesar Rp 55,7 miliar. Adapun Rp 44,3 miliar sisanya direncanakan untuk pembangunan infrastruktur prasarana jalan di sejumlah titik. ”Kami tetap anggarkan meskipun sumbernya bukan dari pinjaman daerah. Karena pengajuannya sudah ditolak,” ujarnya.

Pengajuan tersebut dilakukan karena untuk mempercepat proses pembangunan. Jika pembangunan bisa selesai lebih cepat, pasar akan menjadi tempat perputaran perekonomian warga. Pengerjaan tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh pedagang.

”Sebelumnya kami sudah melakukan tahapan pengajuan. Mulai kajian anggaran hingga konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. Ke depan kami menyesuaikan kemampuan anggaran,” tuturnya.

Dirinya menyebut, saat ini Pasar Bangsri sudah tidak representatif. Hal itu dilihat dari luasan pasar dan rencana pelebaran jalan yang nantinya juga memengaruhi secara langsung tata letaknya.

Di lokasi lama lahan yang ditempati pedagang hanya 0,8 hektare. Sementara lebar pasar di sebelah barat hanya 40 meter persegi dan sebelah timur hanya 25 meter persegi. Sedangkan lokasi yang baru seluas 4,2 hektare.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia