Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Hadirkan Enam Saksi, Terdakwa Pembunuhan Dijerat Tiga Pasal

Rabu, 24 Oct 2018 18:32 | editor : Ali Mustofa

GELAR KASUS: Polres Blora menginterogasi tersangka pembunuhan saat gelar perkara beberapa waktu lalu di mapolres setempat.

GELAR KASUS: Polres Blora menginterogasi tersangka pembunuhan saat gelar perkara beberapa waktu lalu di mapolres setempat. (Subekan/radar kudus)

BLORA – Sidang Kristian Ari Wibowo, 30, (terdakwa pembunuhan) Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4 RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, menjalani sidang lanjutan kemarin. Agendanya pemeriksaan saksi dari penemuan mayat. Ada enam saksi namun yang hadir tiga saksi. Mulai dari Lurah Sendang Wates (Suparjo), perangkat desa (Piyono) dan warga sekitar (Parmo).

“Paras saksi memang tidak kenal korban dan pelaku. Karena ditemukan pagi hari. Benda-benda lain juga tidak ditemukan di kejadian,” terang Sugiyanto, kuasa hukum terdakwa.

Dia menambahkan, dalam persidangan kemarin, belum ada hal yang baru. Sebab saksi hanya menerangkan kronologis penemuan mayat korban. “Para saksi tahunya sebatas itu aja,” imbuhnya.

Sidang mulai pukul 11.00, selesai sekitar pukul 12.30. Sidang bakal dilanjut dengan agenda keterangan saksi dari Semarang. “Tapi kami belum saksi siapa saja yang dipanggil. Yang pasti yang terkait kasus tersebut. Mungkin teman korban, pegawai hotel, atau yang lainnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, keluarga korban dari Semarang juga tak hadir untuk menyaksikan jalannya persidangan. Sementara terdakwa didampingi keluarganya. “Terdakwa mengaku setelah dibakar langsung ditinggal. Sehingga dia tidak atau kondisinya seperti apa,” terangnya.

Diketahui bersama, dalam sidang sebelumnya, terdakwa didakwa tiga pasal sekaligus. Pertama didakwa pasal 304 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Selanjutnya adalah pasal 338 KUHP tentang menghilangkan jiwa orang lain dengan hukuman penjara 15 tahun. Serta pasal 365 KUHP soal pencurian disertai dengan kekerasan dengana nacaman hukuman penjara paling lama selama 9 tahun penjara.

Kristian Ari Wibowo,30, sendiri tega menghabisi Ferin Diah Anjani,21, warga Rt 4/RW 16, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang dengan cara dibakar. Yaitu di kawasan hutan jati bagian Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, masuk Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, pada Rabu (1/8). .

Pembakaran dilakukan setelah terdakwa melakukan hubungan intim disalah satu hotel di Semarang. Selanjutnya korban dibunuh di dalam hotel. Barang-barang korban baik uang booking, liontin, gelang, kalung dan cincin milik korban beserta tas dan handphone juga diambil terdakwa. Tujuannya menghilangkan barang bukti. Kemudian terdakwa menyiramkan bensin di sekujur tubuh korban dan membakar korban. Selanjutnya terdakwa meninggalkan korban dan kembali lagi ke Semarang.

Sesampainya di Semarang, terdakwa kemudian menggadaikan perhiasan emas hasil rampasannya disebuah pegadaian dengan harga Rp 4.000.000. Itu untuk membayar hutang.

Pada Senin (6/8) Kristian berhasil diamankan oleh petugas disebuah rumah kos di Semarang. Dihadapan petugas, Kristian mengakui semua perbuatannya yang telah sadis membunuh dengan cara membakar korbannya hidup-hidup.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda Jazz warna putih, satu unit motor Yamaha Mio, perhiasan Emas berupa kalung, sepasang anting-anting dan gelang milik korban, kemudian satu botol bekas minuman, celana dalam dan korek api.

(ks/sub/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia