Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Motif Cinta Segitiga, Tersangka Bacok Korban Pakai Celurit, Tewas....

Selasa, 23 Oct 2018 19:31 | editor : Ali Mustofa

MASIH DITAHAN: Kapolres Pati menunjukkan barang bukti dan menanyai tersangka pembunuhan di depan SMPN 1 Gabus di kantor Satreskim Polres Pati kemarin.

MASIH DITAHAN: Kapolres Pati menunjukkan barang bukti dan menanyai tersangka pembunuhan di depan SMPN 1 Gabus di kantor Satreskim Polres Pati kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan yang melibatkan korban Sugiharto, 48, warga Desa Brati, Kayen dan tersangka Dwi Sulistyo, 27, warga Desa/Kecamatan Gabus. Pembunuhan yang disebabkan motif cinta segitiga antara korban, tersangka, dan istri tersangka, Indah Lestari, 27 itu terungkap korban dan Indah berhubungan enam bulan ini.

Pada gelar kasus pembunuhan kemarin, tersangka mengaku mengetahui hubungan antara istrinya dan korban enam bulan lalu. Pada akhirnya sebelum kejadian, ia merasa cemburu dan kesal karena diancam korban ingin membunuh keluarganya. Akhirnya, ia menemui korban di depan SMPN 1 Gabus turut Desa Tlogoayu, Gabus pada Jumat (19/10) pukul 00.30.

“Saya diberitahu istri bahwa korban ingin bertemu. Kalau tidak mau menemui akan membunuh kelurga saya di rumah. Karena kesal, saya menemui korban dan membawa celurit. Saat saya dan korban bertemu, korban hendak memukul saya dengan bambu runcing dan saya tangkis menggunakan celurit. Akhirnya celurit saya mengenai leher korban. Setelah itu saya membacok punggung korban sebanyak 8 kali,” ungkapnya.

Hubungan asmara korban dan istri tersangka sudah berjalan sekitar enam bulan ini. Perkenalan itu bermula saat Indah dan ibunya berobat ke rumah korban yang merupakan seorang dukun. Dari sana, korban tertarik dengan Indah dan terjalinlah hubungan asmara. Korban kesal karena Indah tak kunjung bercerai dengan tersangka.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati yang didampingi Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, motif dari pembunuhan itu karena adanya cinta segitiga. Istri tersangka yang ketakutan diancam korban memberitahukan kepada tersangka dan akhirnya tersangka duel dengan korban hingga berujung pembunuhan.

“Sebelum menemui korban, tersangka mengambil parang dan mengajak temannya, Anto (DPO) menemui korban. Saat bertemu itu korban mendatangi tersangka dan memukul dengan bambu namun ditangkis celurit tersangka hingga korban hilang keseimbangan. Tersangka menebas leher korban sekali dan punggung delapan kali,” katanya.

Setelah korban tak berdaya, tersangka dan temannya pergi meninggalkan korban. Kejadian itu mulanya dikira kecelakaan. Oleh petugas melakukan olah TKP dan mengecek ponsel korban. Dari sana, nomor istri korban terlacak dan polisi mendatangi rumah tersangka.

“Kami mencari tersangka selama sekitar 6 jam dan akhirnya ditemukan di sekitar Kecamatan Sukolilo Jumat (19/10) pkul 08.00. Kini kami masih mengembangkan kasus ini dan masih mencari satu DPO lainnya yang diajak tersangka mendatangi korban,” terangnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti seperti sepeda motor yang digunakan korban dan pelaku, ponsel, parang, bambu, baju, dan lainnya. Untuk mempertanggungjawabkan, tersangka dikenai Pasal 338 KUHP sub 354 dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” terangnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia