Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Cuitan

Semangat Membara dari Bumi Blambangan

Selasa, 23 Oct 2018 19:00 | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (RADAR SEMARANG)

KABAR duka itu masuk ke WA saya pukul 15.31. Sebuah tabloid olah raga BOLA menyatakan berhenti terbit. Saat itu saya dan para direktur serta seluruh manajer perusahaan di bawah grup Jawa Pos Radar sedang berkumpul di hall Blambangan, Hotel El-Royale Banyuwangi. Kami membicarakan kemajuan di tahun 2019. Ironis.

Tabloid BOLA sudah mewarnai jagad media cetak di Indonesia sejak 1984. Perkembangannya sangat bagus. Kualitasnya tidak diragukan lagi. Pembacanya juga masih banyak. Saya sama sekali tak mengira BOLA akan menyusul tabloid Soccer yang tutup pada 2014. Tapi, inilah kenyataan. BOLA mengakhiri penerbitannya 23 Oktober 2018. Terbitan hari ini adalah edisi terakhirnya.

Tentu saja kami ikut sedih. Bola sudah mengarungi perjuangan selama 34 tahun dalam suka dan duka. Belakangan ketika dunia memasuki era digital, BOLA dan kami sama-sama merasakan dampaknya. Beruntung, sampai sekarang kami masih bisa bertahan. Bahkan, berkembang. Kami pun masih memproyeksikan petumbuhan di masa depan.

Dalam rapat evaluasi triwulan ketiga di Banyuwangi tersebut, Radar Kudus mendapat pertumbuhan yang lumayan di beberapa hal. Perusahaan yang pernah mencapai posisi tertinggi di 2016 dan hanya turun satu tingkat di 2017 tersebut, kali ini masih membukukan kenaikan laba. Itu sama dengan sebagian besar perusahaan di bawah grup Jawa Pos Radar. Hanya ada dua perusahaan yang mengalami penurunan. Tetapi tetap membukukan laba.

Rapat evaluasi dan proyeksi 2019 dilaksanakan di Banyuwangi karena di Bumi Blambangan itu banyak inspirasi. Radar Banyuwangi sendiri, kali ini menempati posisi tertinggi di antara 18 perusahaan di bawah grup Jawa Pos Radar.

Di tengah situasi yang sulit itu, Radar Banyuwangi memperlihatkan keperkasaannya. Meresmikan gedung baru. Gedung dengan nilai arsitektur yang tidak kalah menginspirasinya dengan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Disainernya memang sama. Radar Banyuwangi didisain futuristik, unik, dan ramah lingkungan. Semua tembok tanpa cat. AC dan penerangan minimalis, karena sudah didapat dari alam. Acara peresmiannya didahului tari Gandrung yang filosofis dan dinamis.

Bupatinya, Azwar Anas, luar biasa. Beliau bisa membangun daerah paling timur di Pulau Jawa itu dengan kreativitasnya. Apapun yang ada disulap menjadi keunggulan. Kuncinya satu. Kreativitas. Dalam peresmian kantor Radar Banyuwangi beliau juga memberi sambutan. Dia mengakui kemajuan Banyuwangi itu juga didukung media mainstream Radar Banyuwangi yang terus-menerus memberitakan kemajuan kepada masyarakat.

Radar Kudus tidak terlampau berbeda dibanding Radar Banyuwangi. Dari pendapatan koran memang mengalangi penurunan. Tetapi pendapatan iklan lokal mengalami peningkatan. Itu berarti tingkat kepercayaan masyarakat akan koran ini masih tinggi. Radar Kudus masih menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Dari survei A.C. Nielsen memang menunjukkan Jawa Pos masih digemari masyarakat. Suvei pada semester I 2018, memperlihatkan Jawa Pos adalah koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia. Angkanya hampir mencapai satu juta. Sedangkan urutan kedua yang ditempati koran dari Jakarta hanya memiliki pembaca sepertiga dari Jawa Pos.

Sebagai market leader tentu saja Jawa Pos memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan peran media cetak di Indonesia. Kami tidak boleh kendor semangat dalam kondisi apapun. Dan, Radar Kudus sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Jawa Pos membuktikannya. Memang berat. Teman-teman sampai ngos-ngosan juga. Tetapi kami sepakat akan terus berlari.

Tahun ini memang belum berakhir. Masih dua bulan sepuluh hari. Ibarat pertandingan masih bisa terjadi banyak kemungkinan. Apakah dalam kurun waktu itu semangat bisa terjaga atau sebaliknya, terjadi penurunan. Bisa jadi pasar stabil atau gonjang-ganjing. Kami telah mengevaluasi dan menghitungnya dengan cermat.

Kami sepakat 2019 yang sudah di depan mata masih tergolong tahun sulit bagi media masa cetak. Sama dengan 2018 sekarang dan beberapa tahun belakangan. Tetapi, dengan upaya keras, inovasi, dan peningkatan kualitas, baik produk maupun manajemen, kami yakin bisa melewatinya. Kuncinya kerja bersama. (hq@jawapos.co.id)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia