Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Malaysia Minta Tenaga Ahli Ukir, Bupati Jepara Pikir-Pikir

Selasa, 23 Oct 2018 18:50 | editor : Ali Mustofa

KAGUMI: Perwakilan pemerintah kerajaan Malaysia didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melihat salah satu koleksi patung ukir di Pendapa Jepara.

KAGUMI: Perwakilan pemerintah kerajaan Malaysia didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melihat salah satu koleksi patung ukir di Pendapa Jepara. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

KOTA – Ketertarikan pihak luar terhadap ukiran Jepara masih tinggi. Tak terkecuali Pemerintah Kerajaan Malaysia. Pihak Malaysia bahkan menginginkan tenaga ahli ukir diboyong ke negara tersebut untuk mengembangkan seni ukir di sana.

Hal itu disampaikan perwakilan Pemerintah Kerajaan Malaysia saat berkunjung ke Jepara pagi kemarin. Mereka bertemu langsung Pemkab Jepara di Pendapa Kabupaten Jepara.

Tak hanya berbincang soal ukir, perwakilan pemerintah kerajaan Malaysia juga bisa melihat langsung karya ukir para perajin Jepara. Di antaranya karya-karya ukiran di kompleks Pendapa Kabupaten Jepara.

Menteri Pembangunan Usahawan Pembangunan Malaysia Mohd Redzuan Yusuf mengatakan, saat ini seni ukir di Malaysia mengalami penurunan. Generasi muda di Malaysia enggan belajar mengukir.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini di Malaysia tercatat ada sekitar 400 pengukir. Karena itulah, pihak Malaysia berkeinginan mengembangkan seni ukir di sana. ”Kami mau belajar, bukan untuk bersaing,” katanya.

Redzuan Yusuf melanjutkan, upaya yang akan dilakukan pihak Malasiya Malaysia untuk melestarikan dan mengembangkan seni ukir di sana. Yakni dengan cara mengirim tenaga mengukir dari Malaysia untuk belajar seni ukir di Jepara. Tak hanya itu, kini Pemerintah Kerajaan Malaysia menginginkan tenaga ahli ukir dikirim ke Malaysia. ”Untuk dapat menularkan ilmunya kepara para perajin di Malaysia,” ungkapnya.

Sementara itu menanggapi permintaan pengiriman tenaga ahli ukir ke Malaysia, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian. Hal ini lantaran pengiriman tenaga ahli merupakan kerja sama yang sifatnya antar negara. ”Ini perlu kajian yang mendalam. Termasuk persetujuan gubernur maupun Presiden RI,” tuturnya.

Meski begitu, jika Pemerintah Kerajaan Malaysia mengirimkan tenaga untuk belajar mengukir di Jepara Pemkab Jepara mempersilahkan. ”Kalau ingin belajar ke Jepara kami persilahkan,” tuturnya.

Asisten III Setda Jepara yang mendampingi Bupati Jepara, Edy Jatmiko mengatakan, ke depan pihaknya siap jika ada kerja sama bidang industri perdagangan dengan Malaysia, khususnya dalam ajang pameran Internasional. ”Kami siap jika ada pameran kami melibatkan para pengusaha Malaysia. Begitu juga sebaliknya jika ada pameran di Malaysia, kami juga siap dilibatkan,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia