Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Percekcokan Emak vs Emak Berujung Penganiayaan, Begini Kronologinya

Senin, 22 Oct 2018 19:08 | editor : Ali Mustofa

OLAH TKP: Petugas Mapolsek Gabus melakukan olah TKP terjadinya penganiayaan di Des Wuwur, Kecamatan Gabus baru-baru ini.

OLAH TKP: Petugas Mapolsek Gabus melakukan olah TKP terjadinya penganiayaan di Des Wuwur, Kecamatan Gabus baru-baru ini. (DOK POLSEK GABUS)

PATI – Percekcokan antara emak-emak di Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Pati, dilaporkan ke Mapolsek Gabus Sabtu (20/10). Akibat dari percekcokan itu, berujung penganiayaan.

Peristiwa itu terjadi pukul 08.00 Jumat (19/10). Usai kejadian itu, Zaenab melaporkan ke Mapolsek Gabus Sabtu (20/10).

Percekcokan bermula saat Pujiati, 30, berada di dapur rumahnya Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Pati. Pujiati mendengar pelaku yang juga tetangganya Ngatini, 40, teriak menyindir Pujiati. Lalu keluarga Puji, Zaenab, 31, yang sedang menonton televisi keluar. Zaenab melempar pecahan keramik ke arah rumah pelaku.

Setelah itu pelaku mendatangi Zaenab. Pelaku membawa batu dan berusaha memukulkan batu itu ke arah Zaenab. Namun aksi itu dihalangi Puji. Lantaran masih emosi, pelaku memukul kepala Zaenab menggunakan batu. Selain itu pelaku menggigit bahu kanan hingga berdarah dan menarik rambut Puji yang telah menghalanginya.

Beberapa tetangga korban datang hendak melerai pelaku dan korban. Hingga pelaku pergi meninggalkan Puji dan Zanab yang sudah mengalami luka-luka akibat ulah pelaku. Atas kejadian itu, Puji dan Zaenab yang sudah menjadi korban percekcokan melaporkannya ke Mapolsek Gabus.

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi dan warga atas kasus penganiayaan tersebut. Percekcokan terjadi karena ada kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Sehingga berujung pengaiayaan,” kata Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kabag Ops Kompol Supriyanto kemarin.

Kasus itu hingga kini masih diselidiki petugas kepolisian. Namun dari pihak desa akan memediasi pelaku dan korban hari ini (22/10). Pihaknya akan tetap mendampingi dan menunggu hasil dari mediasi yang dilakukan pihak desa.

(ks/zen/put/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia