Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Sportainment

Seru, Ribuan Pelari Ikuti Relay Marathon Bersama Legenda Bulutangkis

Senin, 22 Oct 2018 09:13 | editor : Panji Atmoko

MERIAH: Sebanyak 5.500 pelari dari dalam dan luar negeri antusias untuk mengikuti even lari di Kota Kudus kemarin di Alun-alun Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

MERIAH: Sebanyak 5.500 pelari dari dalam dan luar negeri antusias untuk mengikuti even lari di Kota Kudus kemarin di Alun-alun Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS) (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Sekitar 5.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara turut ambil bagian dalam even lari berjuluk Tiket.Com Kudus Relay Marathon (TKRM). Tak hanya itu, pasangan bupati dan wakil Kudus Tamzil-Hartopo (TOP) juga tak ingin melewatkannya. Ia bersama para legenda bulutangkis seperti Seperti Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Eddy Hartono, Christian Hadinata, Alan Budikusuma, Susy Susanti, Ivana Lie, dan Sigit Budiarto berhasil menjadi finisher di kategori 5k.

Tamzil memberikan apresiasi yang besar atas penyelenggaraan even lari yang terbagi dalam lima kategori ini. Baginya, menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba lari bergengsi ini merupakan sebuah penghormatan yang luar biasa.

”Selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari penjuru nusantara. Selamat menikmati Kota Kudus dengan segala kekhasannya,” ujarnya.

Tamzil berujar acara TKRM ini dapat membuat Kudus menjadi tujuan sport tourism. Termasuk pariwisatanya yang menawan dan keunikan kulinernya. Ia juga berharap TKRM ini nantinya bisa membuat UMKM di Kudus juga bisa lebih menggeliat. Mampu mengembangkan sayap ke seluruh Nusantara.

Lima kategori race dalam TKRM ini yakni relay marathon (42,195 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), 10K, 5K, dan kids fun run. Panitia menyiapkan hadiah total senilai Rp 160 juta. Dengan rincian kategori relay marathon juara I Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta, dan juara III Rp 15 juta. Sedangkan kategori half marathon terdiri dari pelari pria dan wanita, juara I Rp 12 juta, juara II Rp 8 juta, dan juara III Rp 4 juta. Sementara untuk hadiah total kategori 10K, 5K, dan kids fun run totalnya mencapai Rp 52,6 juta.

Para pelari di lima kategori berhasil meraih prestasi cemerlang. Di kategori utama, Relay Marathon, juara I berhasil diraih oleh kelompok 104 Jatim Fighter. Tim ini terdiri dari Sri Wahyuni, Dedy Yusuf, Ivon Sholihin, dan Ari Masrudi. Jarak 42,195 kilometer berhasil ditempuh oleh para pelari asal Jawa Timur ini dalam waktu 2:53:55.

Di kategori half marathon male juara berhasil diraih Hadi Firmansyah. Ia berhasil sampai finish pada 01:23:05. Sedangkan di half marathon female waktu tercepat 01:40:29 diraih Laura Bee. Selanjutnya kategori 10K male juara pertama diraih oleh Lamek Lamek Yunias Banu dengan raihan waktu 00:35:32. Kemudian di 10K female juara diraih Sharfina Sheila Rosada dengan catatan waktu 00:43:20.

”Sebelumnya kami tak menyangka bisa menjadi pemenang. Sebab, sebelumnya saya maupun tim tidak pernah menjajal nomor relay marathon. Kami juga baru pertama kali ini dipertemukan dalam satu tim. Sebelumnya paling ketemu saat ada even lari,” ujar Sri Wahyuni, anggota Jatim Fighter.

Menurut Sri, meski sama-sama dari Jawa Timur, anggota timnya berasal dari daerah yang berbeda-beda. Sri Wahyuni berasal dari Surabaya, Dedy Yusuf asal Lumajang, Ivon Sholihin asal Situbondo, sedangkan Ari Masrudi asal Mojokerto.

Berbeda saat berlari di nomor tunggal, di relay marathon ini Sri mengaku, memiliki tantangan tersendiri. Selain mempelajari aturan teknis, mereka harus pandai mengatur strategi menentukan urutan pelari dalam tim.

”Karena saya perempuan jadi saya menjadi pelari pertama. Supaya selanjutnya teman-teman bisa mengejar kalau ada ketertinggalan,” tuturnya.

Acara TKRM ini juga diramaikan Puteri Indonesia 2011 Maria Selena Nurahya. Di sisi lain, acara ini juga dimeriahkan berbagai kegiatan dan pertunjukan menarik yang terpusat di race village. Masyarakat sekitar dihibur dengan pertunjukan budaya, tari kretek, marching band, dan aksi barongsai lengkap dengan liong. Selain itu juga tak ketinggalan festival kuliner aneka jajanan tradisional khas Kudus.

”Biasanya saya memang selalu ke sini (Alun-alun Simpang Tujuh, Red) menikmati car free day. Hari ini tentu lebih ramai, selain bisa melihat pelari, kami juga dihibur dengan beragam pertunjukan. Semoga acara seperti ini sering dilakukan di Kudus,” ujar salah satu warga Arif Kurniawan.

(ks/zen/daf/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia