Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

GP Ansor Gelar Kirab Merah Putih Sepanjang 60 Kilometer

Kamis, 18 Oct 2018 19:00 | editor : Ali Mustofa

BERKIBAR: Pasukan pembawa pataka merah putih melakukan prosesi serah terima pemberangkatan di halaman Pendapa Kabupaten Jepara kemarin.

BERKIBAR: Pasukan pembawa pataka merah putih melakukan prosesi serah terima pemberangkatan di halaman Pendapa Kabupaten Jepara kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR)

KOTA – Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor memasuki wilayah Jepara kemarin. Serah terima dilakukan antara pasukan pembawa pataka merah putih GP. Ansor Pati ke GP Ansor Jepara di Lapangan Keling. Sebanyak 17 pataka merah putih tersebut kemudian dikirab sepanjang 60 kilometer, mulai dari Keling hingga Mayong.

Pasukan pembawa pataka GP. Ansor Jepara terbagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas membawa merah putih dari Lapangan RS Rehatta Kelet Jepara menuju Pendapa Kabupaten Jepara. Setelah sampai di pendapa, romobongan KSN diterima Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Ketua PC NU Jepara KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq.

Pasukan KSN 1 kemudian menyerahkan bendera kepada Pasukan KSN 2. Selanjutnya dikirab menuju Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Mantingan. Di belakang pasukan KSN diikuti oleh Marching Band Banser, 17 mobil bouble cabin, dan 100 mobil dari tujuh kecamatan. Sesampainya di Mantingan, Pasukan KSN yang juga dikirab ratusan kader Ansor Banser ziarah di makam wali Kota Ukir tersebut.  

Setelah selesai perjalanan dilanjutkan menuju pendapa Kecamatan Mayong. Sempat diguyur hujan, pasukan sampai di  Pendapa Kecamatan Mayong sore kemarin. Pasukan dan bendera diinapkan di Mayong.  Dilanjutkan malam salawatan dan malam budaya.  Hari ini pasukan akan menyerahkan bendera kepada tim KSN Kudus untuk dilanjutkan.

Ketua GP Ansor Jepara Syamsul Anwar mengatakan bahwa kegiatan kirab ini merupakan kegiatan nasional yang bertujuan untuk tetap bersatu dalam wadah kebhinekaan. Tidak ada yang saling menjatuhkan, apapun suku dan asal daerahnya. “Ketika kita sudah menginjak di Indonesia adalah satu kesatuan,” ujarnya.

Prosesi kirab diberhentikan di Makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, Mantingan untuk melakukan doa bersama. Dengan wasilah wali dan penguasa Jepara terdahulu dipanjatkan doa untuk keselamatan Kota Ukir dan Indonesia secara umum. “Kami juga menginap di tempat kelahiran RA Kartini. GP Ansor mengingatkan kembali perjuangan para pendahulu bangsa,” tandasnya. 

(ks/war/top/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia