Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Hanya Layani Rute Surabaya, Masterplan Bandara Ngloram Direvisi

18 Oktober 2018, 18: 36: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH DISUSUN: Pemkab Blora masih menyempurnakan masterplan pengaktivan kembali Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu.

MASIH DISUSUN: Pemkab Blora masih menyempurnakan masterplan pengaktivan kembali Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Draf final masterplan pembangunan fisik reaktivasi Bandara Ngloram Cepu, Blora disosialisasikan kemarin. Hasilnya masih banyak revisi dan pembenahan. Bupati Djoko Nugroho juga minta masterplan pembangunan bandara segera direvisi dalam pekan ini. Sebab, akan digunakan untuk dasar pelaksanaan pembebasan lahan bersama-sama dengan Pemprov Jawa Tengah (Jateng).

Dalam draf masterplan final tercatat hanya ada 114 orang yang bakal menggunakan Bandara Ngloram, Cepu saat sudah aktif. Itu dalam kurun waktu sebulan. Sementara dalam satu tahun diperkirakan ada 1.364 pengguna.

Sementara dari hasil survei atas 96 responden, 62 diantaranya akan beralih ke moda angkutan udara. Sehingga terdapat mobilitas responden pengguna moda angkuran udara sebesar 65 persen.

Responden tersebut rinciannya, Jakarta 46 responden (47,92 persen), Surabaya 24 responden (25 persen), Bali 11 responden (11,46 persen), Semarang lima responden (5,21 persen), Jogjakarta lima Responden (5,21 persen), dan Balikpapan lima responden(5,21persen).

Dalam masterplan itu, rute terjauh yang dilayani Bandara Ngloram hanya sampai Surabaya. Begitu juga laju mendaratnya hanya siang hari. Tidak ada jadwal malam. Sehingga tim reaktivasi Lapter Ngloram menginginkan ada perubahan. Yaitu rute paling jauh Jakarta. Sehingga lebih fleksibel.

Tim Koordinasi Percepatan Reaktivasi Bandara Ngloram Djati Walujastono mengungkapkan, hasil survei tersebut tidak masuk akal sama sekali. Djati meminta agar draf masterplan segera diperbaiki. Karena dalam waktu dekat akan dipresentasikan di Jakarta.

”Survei itu belum menyeluruh. Bolehlah tahap I Surabaya, tapi selanjutnya ya Jakarta atau Balikpapan. Kalau ke Surabaya lebih enak darat atau kereta,” jelasnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho juga sempat terkejut dengan hasil survei kemarin. Untuk itu pihaknya kedepan akan mewajibkan instansi di Pemkab Blora saat pergi kejakarta menggunakan pesawat udara Ngloram.

Menurutnya, kalau hanya Surabaya tidak efektif. Sebab banyak potensi di Blora yang bakal memanfaatkan Bandara Ngloram tersebut. ”Saya ingin tiap kali rapat ada kemajuan. Tidak mentah terus. Ini mendekati akhir tahun. Masterplan dituntaskan dulu dengan menyeluruh,” imbuhnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia