Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Buron selama Sebulan, Akhirnya Pelaku Pembegalan Diringkus Polisi

Rabu, 17 Oct 2018 20:44 | editor : Ali Mustofa

BERHASIL DIRINGKUS: Salah satu pelaku pembegalan di Vihara Darmaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, pada 8 September lalu berhasil diamankan polisi.

BERHASIL DIRINGKUS: Salah satu pelaku pembegalan di Vihara Darmaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, pada 8 September lalu berhasil diamankan polisi. (POLSEK CLUWAK FOR RADAR KUDUS)

CLUWAK – Seorang pelaku pembegalan berhasil bekuk petugas kepolisian dari Rayon 3 Senin (15/10) lalu. Pelaku pembegalan tersebut, sebelumnya melakukan aksi kejahatan di sebelah Vihara Darmaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, pada 8 September lalu.

Kapolres Pati AKBP Ury Nartanti melalui Kapolsek Cluwak AKP Eko Prantiyo mengungkapkan, penangkapan seorang pelaku pembegalan tersebut bermula dari Unit Reskrim yang mendapat informasi dari Tim Buser Pati tentang keberadaan seorang pelaku di sekitar Dukuhseti, kemudian berkoordinasi dengan Rayon 3 yang terdiri dari Polsek Cluwak, Dukuhseti, Gunungwungkal, dan Tayu.

Pelaku yang telah diamankan tersebut bernama Rudi Hermanto, 20, warga Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti. Satu pelaku lainnya masih buron.

”Kami mendapat kabar, dan kemudian langsung menangkap pelaku. Dan menginterogasinya. Akhirnya pelaku mengakui perbuatanyya telah merampas satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih,” papar Kapolsek Cluwak kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu, saat kepolisian juga masih memburu satu pelaku lagi. Yaitu Sulistiyono, 33, yang juga warga Desa Ngagel, yang turut beraksi merampas sepeda motor bersama Rudi Hermanto. ”Statusnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Identitas sudah kami kantongi, tim sedang memburu,” jelasnya.

Seperti diketahui, aksi para pembegal tersebut terjadi di Vihara Darmaloka turut Desa Karangsari Kecamatan Cluwak pada 8 September lalu. Sekitar pukul 19.30. Modus operandi yang digunakan kedua pelaku saat itu dengan menggunakan kekerasan, dengan cara mendorong korban untuk menguasai sepeda motornya.  

Atas perbuatannya tersebut, pelaku bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman selama-lamanya mencapai sembilan tahun penjara. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia