Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Alumni UMK Kudus Siap Bersaing di Era Revolusi 4.0

Rabu, 17 Oct 2018 18:48 | editor : Ali Mustofa

DIBEKALI HARDSKILL DAN SOFTSKILL: Suasana geladi bersih wisuda ke-61 di auditorium UMK kemarin.

DIBEKALI HARDSKILL DAN SOFTSKILL: Suasana geladi bersih wisuda ke-61 di auditorium UMK kemarin. (UMK FOR RADAR KUDUS)

KUDUS — Universitas Muria Kudus (UMK) hari ini mewisuda 1.045 mahasiswa. Mereka mahasiswa Program Pascasarjana (Strata 2) dan Sarjana (Strata 1). Wisuda angkatan ke-61 kali ini, mengambil tema ”Daya Saing Alumni dalam Era Revolusi 4.0”.

Menurut Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS, mengangkat tema tersebut dirasa sesuai dengan visi misi UMK. Yakni lulusan UMK harus mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan siap menghadapi era revolusi 4.0, dengan memiliki kemampuan teknis (hardskill) dan softskill yang mumpuni.

”Saat ini tantangan yang dihadapi alumni sangatlah keras. Persaingan dunia kerja maupun usaha sangat ketat. Jadi, sangatlah penting bagi alumni UMK untuk memiliki kemampuan hardsklill dan softskill tersebut," jelasnya.

Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah. Termasuk dalam menghasilkan output yang berkualitas bagi generasi masa depan.
Yakni metode yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence,big data, robotic, dan lain sebagainya.

Rektor juga mengimbau kepada seluruh wisudawan untuk dapat mengamalkan ilmu yang dimiliki secara lebih bertanggung jawab, berkualitas, cerdas, dan santun. Mahasiswa sebagai bagian dari potensi bangsa, memiliki peran untuk meneruskan pembangunan bangsa.

Menurutnya, di masa persaingan yang sangat ketat ini, rasanya sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi bahwa hard skills dan soft skills harus seiring dan sejalan. Karakter (moral) yang baik, kedisiplinan, motivasi, kerja sama, etos kerja, kepemimpinan, kreatifitas, ambisi, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi juga harus dikembangkan dalam menghadapi persaingan.

Dia menambahkan, yang perlu digarisbawahi adalah pada kemampuan hardskill seseorang bisa diperoleh sesuai dengan tuntutan zaman seiring dengan perkembangan teknologi. Sedangkan kemampuan softskill akan selalu dibutuhkan dan tidak akan dapat digantikan oleh zaman.

Nilai-nilai kearifan lokal yang terpublikasikan dengan istilah Gusjigang. Yaitu perilaku bagus, suka menuntut ilmu (mengaji), dan memiliki jiwa atau semangat berdagang (berwirausaha) harus diaplikasikan. Karena kearifan lokal menjadi salah satu komponen visi UMK, yaitu menjadi universitas unggul  berbasis kearifan lokal berdaya saing global. Dengan modal keterampilan yang didapatkan selama kuliah, diharapkan alumni UMK mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Lulusan UMK diharapkan dapat menjadi motor penggerak seiring dengan tuntutan zaman  dan memiliki kemampuan integritas, karakter, dan kerja sama yang baik dengan semua pihak, serta menjadi alumni yang santun, cerdas, dan berjiwa wirausaha sesuai dengan tagline universitas.

UMK sebagai perguruan tinggi yang diperhitungkan di wilayah eks-Karesidenan Pati, saat ini telah memperoleh akreditasi institusi dengan nilai B. Bahkan  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sudah meraih akreditasi dengan nilai A.

Pada wisuda kali ini, juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd., Kons. Selain itu, hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kudus. Meliputi dandim, kapolres, kajari, ketua pengadilan negeri (PN), dan ketua DPRD Kudus. Selain itu, juga dihadiri oleh ketua dan anggota pengurus, pengawas, Pembina Yayasan Pembina UMK, serta anggota senat.

Menurut ketua panitia wisuda Rina Fiati, ST., M,Cs., seluruh wisudawan kali ini juga diberi kemudahan. Selesai diwisuda, mereka langsung membawa pulang ijazah, lengkap dengan  transkip nilai dan surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

”Karena UMK memiliki alumni dari berbagai kota di Jawa Tengan, bahkan sampai luar pulau, maka panitia berinisiatif  untuk memberikan ijazah berikut transkip nilai dan SKPI. Guna memudahkan mahasiswa juga efisiensi waktu," imbuhnya. (lia)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia