Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Disambut Antusias, Peraih Perak Asian Para Games Beri Motivasi Siswa

Selasa, 16 Oct 2018 21:24 | editor : Ali Mustofa

ALUMNI: Peraih medali perak cabor renang nomor 100 meter gaya dada SB7 Asian Para Games 2018 Aris Wibawa disambut hangat siswa dan guru MTsN 1 Jepara kemarin.

ALUMNI: Peraih medali perak cabor renang nomor 100 meter gaya dada SB7 Asian Para Games 2018 Aris Wibawa disambut hangat siswa dan guru MTsN 1 Jepara kemarin. (FAIQ FOR RADAR KUDUS)

BATEALIT – Aris Wibawa berkunjung ke MTs Negeri 1 Jepara kemarin. Sekolah itu, merupakan almamater atlet peraih medali perak di cabang olahraga (cabor) renang nomor 100 meter gaya dada SB7 Asian Para Games 2018.

Di depan ratusan siswa dan para guru, ia memberikan motivasi atas pencapaiannya. Meskipun memiliki keterbatasan, tidak menghalanginya untuk berprestasi.

Sebelum ke sekolah tempat ia menuntut ilmu tersebut, ia menerima bonus Rp 75 juta dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Setelah itu, baru menuju MTs Negeri 1 Jepara. Turun dari mobil, Aris tidak memakai alas kaki. Baik sepatu atau pun sandal. Ini karena kondisi kakinya yang tak sempurna. Dengan senyum ramahnya ia disambut ratusan siswa dan para guru.

Mereka pun berebut foto bersama Aris. Tidak terlihat rasa canggung dan malu dari wajah Aris. Justru ia terlihat semangat, meski ratusan siswa berjubel mengantre untuk foto dengannya.

Setelah disambut ratusan siswa, ia dipersilahkan masuk ke dalam ruang kepala sekolah. Beberapa menit setelah berbincang, Aris, dewan guru, dan para siswa Salat Duhur berjamaah. Setelah itu, baru digelar dialog di depan ratusan siswa.

”Kami bangga ada alumni yang berprestasi di ajang internasional. Apalagi prestasi itu diraih dengan keterbatasan yang dimiliki,” kata Kepala MTs Negeri 1 Jepara Umi Hanik.

Ia berharap, dengan hadirnya Aris Wibawa membawa energi positif bagi para siswa. Supaya terinspirasi untuk meraih mimpi. Jika yang memiliki keterbatasan saja bisa meraih prestasi. ”Bagaimana dengan orang yang dianugerahi kesempurnaan fisik. Harusnya lebih semangat berprestasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, Aris ini mengajarkan tentang kerja keras. Ketika masih sekolah, ia diberi kesempatan istirahat pada jam olahraga. Tapi dia tak mau. Justru ia terus berlari dengan keadaan fisik yang tak seperti teman lainnya. ”Kegigihan itu terjawab sudah. Ia menjadi alumni berprestasi sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Aris Wibawa berharap, kehadirannya di depan para siswa bisa memberikan motivasi positif bagi mereka. Ia ingin menunjukkan jika untuk menggapai mimpi membutuhkan kerja keras. ”Jangan pernah berhenti bermimpi dan mudah menyerah,” ujar lulusan 2009 ini.

Aris mengaku tak ditarget medali di Asian Para Games 2018. Tapi, semangat dan motivasi tinggi membuatnya mampu melewati batas untuk bisa meraih medali perak di cabor renang nomor 100 meter gaya dada SB7.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia