Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Cuitan

Hidup Sehat Tidak Pakai Mahal

Senin, 15 Oct 2018 18:19 | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (RADAR KUDUS)

SEJAK dua minggu lalu saya harus membatasi sebagian besar jenis makanan. Termasuk makanan yang menurut norma umum sehat. Tidak makan telor, daging merah, daging putih yang berlemak, udang, kepiting, cumi, teri, kerang, segala joroan, kulit, makanan berminyak, santan, tidak makan sayur bayam, kangkung, sawi, kembang kol, kacang-kacangan, jamur, makanan diawetkan, difermentasi, dan tidak mengonsumsi gula dalam bentuk apapun.

Masalah yang saya hadapi sebenarnya sederhana. Cedera di engkel kaki kiri akibat jatuh di tangga gedung Jawa Pos Radar Semarang. Sudah dipijit berkali-kali. Tidak malah sembuh. Tapi, semakin sakit. Oleh dokter difoto. Hasilnya disimpulkan tulang tidak apa-apa.  Hanya otot dan saraf yang bermasalah.

Lantas apa hubungannya dengan makanan? Dokter menemukan kondisi lain. Dari pemeriksaan darah diketahui LDL cholesterol direk (lemak jahat) melebihi batas. Yaitu 128 mg/dl. Mestinya maksimal 100 mg/dl. Asam urat 7,3 mg/dl juga di atas batas 7,2 mg/dl. Demikian juga gula darah puasa. Kondisi saya 112 mg/dl yang mestinya tertinggi 100 mg/dl.

Kelebihan ketiganya sebenarnya sedikit. Bandingkan seorang teman yang kemarin mengirim pesan WA kepada saya. Gula darahnya mencapai 557 mg/dl. ‘’Saya izin tidak ikut jalan sehat,’’ kata perempuan yang berusia 57 tahun itu. Tentu saja. Adik saya yang umurnya jauh lebih muda kemarin juga mengabarkan kolesterol totalnya 250 mg/dl di atas normal 200 mg/dl. Kepalanya sudah sering pusing.

Meski kolesterol, asam urat, dan gula saya tidak terlalu tinggi, dokter menyarankan untuk menurunkan segera. Sebab bisa berpengaruh terhadap engkel. Terutama karena asam urat. Tetapi, yang lebih penting bukan itu. Umur saya tidak muda lagi. 58 tahun. Sedangkan aktivitas saya sangat tinggi. Kerja di Radar Kudus dan Radar Semarang. Tidak boleh main-main dengan kolesterol, asam urat, dan gula. Ketiga kondisi yang sering tidak disadari bisa menimbulkan masalah besar.

Saya patuh pada dokter. Saking patuhnya saya membatasi nasi yang ternyata memiliki kandungan gula tinggi. Saya makan kentang dan umbi-umbian, terutama ketela ungu yang mengandung zat anti kanker. Sayur wortel dan kubis. Protein dari ikan yang mengambang terutama ikan air tawar. Saya banyak mengkonsumsi buah terutama alpukat yang berenergi tinggi dan mampu menghancurkan kelesterol. Makanan saya itu tentu tidak cocok bagi anak-anak atau para pemuda yang tidak memiliki masalah kesehatan.

Dari jenis makanan yang saya konsumsi, hidup menjadi simpel. Karena hanya makan sedikit jenis. Tetapi, justru itulah, sulitnya minta ampun. Godaannya banyak. Yang makan bersama teman, jamuan makan, jamuan rapat, selamatan, sampai di perjalanan. Apalagi bulan ini saya berulang tahun. Diselamati anak-anak, rekan-rekan Radar Semarang, karyawan Radar Kudus, adik, dan teman.

Bersyukur saya tetap bisa menjaga diri. Ketika pemeriksaan ulang darah, hasilnya menggembirakan. LDL cholesterol direk turun menjadi 89 mg/dl dan asam urat menjadi 5,2 mg/dl. Yang membandel gula darah. Masih 105 mg/dl. Turun tapi masih sedikit di atas batas.

Nah, biar tidak perlu repot seperti saya lebih baik menjaga pola makan sehari-hari secara teratur. Jangan ketika sakit. Tidak berat kok. Beberapa tahun lalu, saya pernah menerapkan pola makan saya sekarang ini. Ternyata bisa. Itu karena saya mengatakan bisa dan melaksanakannya. Anda pun bisa kalau mau. Tentu tidak perlu seketat saya. Cukup yang berkolesterol, berasam urat, dan bergula sangat tinggi. Sayur-mayur, ikan, dan buah apapun tetap diperlukan.

Sudah saatnya kita menerapkan pola hidup sehat. Beberapa kabupaten sudah mencanangkannya. Termasuk Kabupaten Kudus. Kemarin dipertegas lagi. Bupati Kudus yang baru M. Tamzil membacakan deklarasi Kudus Sehat.  Itu dilakukan di sela-sela acara Jalan Bereng TOP yang diikuti 10 ribu warga. Kegiatan itu digagas Jawa Pos Radar Kudus. Dilaksanakan bersama pemkab setempat.

Di salah satu stan yang dibuka di Alun-alun Kudus itu dipamerkan paket makanan sederhana yang sehat. Sepotong jagung, terong, kacang panjang, dan tomat. Kalau dimakan sudah cukup memenuhi gizi sehari-hari. “Pokoknya kita kembali ke zaman dulu,” kata Tamzil yang didampingi Wakil Bupati Hartopo serta pejabat pemkab lainnya.

Yang paling disarankan dalam gerakan hidup sehat itu adalah melakukan aktivitas badan minimal setengah jam sehari. Wujudnya bisa bermacam-macam, bisa jalan sehat seperti yang dilaksanakan kemarin dan berolah raga sesuai hobinya. Atau melakukan aktivitas lain seperti bersih-bersih rumah, dan kerja bhakti. Itu adalah cara hidup sehat yang sederhana yang gampang dilaksanakan oleh siapapun.

Di Semarang, saya tahu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga getol mengkampanyekan hidup sehat. Setiap minggu ada saja kegiatan yang dilakukan di kampung-kampung. Melalui program Kampung Hebat yang dimulai bulan ini Pak Wali juga mengajak untuk hidup sehat. Kampung Hebat adalah gerakan yang dilaksanakan Pemkot Semarang bersama Jawa Pos Radar Semarang. Isinya, gerakan hidup bersih, sehat, tertib, dan aman. (hq@jawapos.co.id)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia