Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Gara-gara Pengiriman Terlambat, Warga Rela Antre BBM hingga Dua Jam

Jumat, 12 Oct 2018 19:35 | editor : Ali Mustofa

BEJUBEL: Warga Karimunjawa antre di SPBU kemarin. Kondisi ini akibat pengiriman BBM terlambat lima hari.

BEJUBEL: Warga Karimunjawa antre di SPBU kemarin. Kondisi ini akibat pengiriman BBM terlambat lima hari. (HERI FOR RADAR KUDUS)

JEPARAAntrean panjang terjadi di SPBU Karimunjawa kemarin. Kondisi ini, sudah berlangsung sejak Rabu (10/10) lalu. Pengguna sepeda motor harus sabar antre hingga satu jam. Sedangkan warga yang mengantre bahan bakar untuk kapal nelayan antre hingga dua jam.

Antrean ini dikarenakan adanya pekerjaan penambahan satu tangki penampungan bahan bakar minyak (BBM). Sehingga proses penyimpanan dan distribusi BBM terhambat. Selain itu, juga kebutuhan bahan bakar warga Karimunjawa mengalami keterlambatan. Sebanyak 85 kiloliter (kl) BBM seharsunya tiba di Karimunjawa pada 3 Oktober lalu. Namun baru sampai di kecamatan terluar Jepara itu, pada 8 Oktober.

”Pengiriman ada perubahan jadwal. Mundur sampai lima hari. Namun kondisi mulai kondusif hari ini (kemarin, Red),” tutur Camat Karimunjawa S Karnanejeng R kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Adanya permasalahan tersebut, tidak sampai memengaruhi operasional kegiatan ekonomi dan pariwisata. Begitu juga dengan aktivitas nelayan. Karena permasalahan hanya pada waktu tunggu warga ketika antre. ”Setelah pembuatan penampungan bahan bakar selesai. Situasi kembali normal,” ujarnya.

Dia menambahkan, bulan depan Karimunjawa mulai ada penambahan kuota bahan bakar. Jika sebelumnya 85 kl akan ditambah menjadi 135 kl. Penambahan tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan warga Karimunjawa. “Semakin banyakanya pengunjung ke Karimunjawa mengakibatkan kebutuhan bahan bakar ikut naik,” ujarnya.

Selama ini dengan kuota 85 kl, ada tiga kali pengiriman BBM dalam sebulan. Sedangkan dengan kuota yang baru, 135 kl info sementara dari pengelola SPBU, nantinya sebulan hanya akan ada dua kali pengiriman. Dengan mekanisme awal, total penambahan kuota dalam sebulan 255 kl. Sedangkan dengan kuota yang baru sebulan 270 kl. ”Penambahan total sebulan 15 kl. Harapan kami bisa terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Heri, 36, menyayangkan dengan adanya antrean panjang di SPBU. Ia berharap pengelolaan penyimpanan maupun pengiriman bahan bakar bisa diatur lebih baik. ”Meski tidak ada pengaruh kenaikan harga, tapi aktivitas sehar-hari agak terganggu,” katanya.

Amin, warga Desa/Kecamatan Karimunjawa lain mengatakan, dia mengaku turut mengantre bersama warga lain. Bahkan dia baru mendapatkan BBM pada hari kedua atau pagi kemarin. ”Hari pertama saya antre petugas SPBU bilang sudah habis. Lalu datang lagi mengantre hari ini (kemarin pagi, Red),” terangnya.

Amin mengaku, selama ini selalu terjadi hal yang sama. ”Tiap datang langsung habis, selalu begitu,” ungkapnya.

Warga lain, Utomo menyampaikan hal yang sama. Akibat stok BBM datang terlambat, warga langsung menyerbunya saat ada stok datang. ”Kalau ada stok di SPBU memang selalu jadi rebutan,” ujarnya. 

(ks/war/emy/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia