Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Peringati ICD, Belasan Stan Suguhkan Kopi Tempur

Selasa, 09 Oct 2018 19:10 | editor : Ali Mustofa

KOMODITAS ASLI JEPARA: Salah satu barista menggrinder kopi Tempur saat acara peringatan International Coffee Day (ICD) di Alun-alun Jepara baru-baru ini.

KOMODITAS ASLI JEPARA: Salah satu barista menggrinder kopi Tempur saat acara peringatan International Coffee Day (ICD) di Alun-alun Jepara baru-baru ini. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

KOTA – Komunitas Paguyuban Kopi Jepara menggelar agenda khusus untuk memperingati International Coffee Day (ICD) di Alun-alun Jepara baru-baru ini. Pada agenda itu, mereka kompak mengunggulkan kopi Tempur yang merupakan kopi lokal Jepara. Baik jenis robusta maupun arabika.

Hal ini terlihat dari belasan stan kopi yang berjajar dalam kegiatan tersebut. Semua stan menawarkan kopi lokal Jepara. Masing-masing stan juga kompak untuk menyumbang berbagai jenis kopi Jepara untuk dicicipi masyarakat.

Panitia kegiatan sekaligus Ketua Paguyuban Kopi Jepara Afif Panca Prastyawan, mengatakan, pada ICD tahun ini mereka menggelar pameran. Total ada 18 stan kopi yang ambil bagian. ”Sebenarnya ada 36 penggiat kopi yang juga pemilik kedai kopi di Jepara. Namun karena keterbatasan tempat, saat ini hanya 18 yang ambil bagian,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Mereka yang membuka stan merupakan pemilik kedai kopi mulai dari Kecamatan Mayong, Kelet, hingga Tempur. Ada pula stan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara. ”Pada pameran ini, semuanya menghadirkan kopi asli Jepara. Khususnya kopi unggulan, kopi Tempur,” terangnya.

Afif menyampaikan, mereka memang berkeinginan untuk mempopulerkan kopi Jepara. Keinginan untuk mempopulerkan kopi Jepara itu, bermula dari keprihatinan melihat produksi kopi Jepara tak maksimal. Selain itu, sebagian besar produksinya juga dikirim ke luar daerah.

Untuk itulah, melalui kegiatan ini, mereka berharap, kopi Jepara bisa semakin populer. Dia juga senang para pemilik kedai kopi di Jepara mau diajak untuk mempopulerkan kopi Jepara. ”Kami punya misi yang sama. Tak mengedepankan jualan, tapi lebih pada mengenalkan kopi Jepara pada masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya pameran, Afif menyatakan, mereka juga menggelar lomba kopi yang dinilai oleh pakar kopi tingkat nasional. Antusiasme peserta cukup bagus. Tak hanya dari Jepara, tetapi ada pula peserta dari luar kota. Seperti dari Semarang hingga Malang. ”Kami juga berupaya mengenalkan kopi lokal Jepara kepada para pencinta kopi luar daerah yang datang,” tuturnya.

Kegiatan ini, juga diramaikan edukasi bagi pengunjung dengan memperlihatkan proses penyeduhan dan penyajian kopi. Dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu, diharapkan kopi Jepara bisa semakin populer di masyarakat. ”Kami berharap kopi Tempur bisa semakin dikenal,” harapnya.

(ks/emy/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia