Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Features
Perwakilan Indonesia di Ajang KIWW 2018

Terkesan dengan Teknologi Pengelolaan Air dan Edukasi Dini

Sabtu, 06 Oct 2018 09:03 | editor : Panji Atmoko

GO INTERNATIONAL: Riksa Thabrani memberikan kenang-kenangan tenun Troso kepada peserta KIWW 2018 di Korea.

GO INTERNATIONAL: Riksa Thabrani memberikan kenang-kenangan tenun Troso kepada peserta KIWW 2018 di Korea. (Dok. Pribadi)

Riksa Thabrani mewakili Indonesia di ajang Korea International Water Week (KIWW) 2018. Banyak pengalaman baru yang didapatkannya. Salah satunya teknologi pengolahan air di Korea Selatan.

FEMI NOVIYANTI, Kota

TERPILIH mewakili Indonesia di Korea International Water Week (KIWW) 2018 menjadi kebanggan tersendiri bagi Riksa Thabrani. Bersama enam perwakilan lainnya, mahasiswa asal Jepara ini turut berpartisipasi menganalisis dan menawarkan solusi terkait permasalahan air di dunia.

Laki-laki yang juga merupakan Duta Wisata Jepara 2018 ini menceritakan, sebelum bertolak ke Korea dia terlebih dahulu mengikuti proses seleksi. ”Seleksi dilakukan secara internal oleh organisasi Indonesia Green Action Forum (IGAF) dan terpilih tujuh orang untuk mewakili Indonesia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Geologi Undip Semarang tersebut menyatakan, dia bertolak ke Daegu, Korea Selatan, pada 13 September lalu. Selama sekitar tiga hari, dia bersama dengan delegasi Indonesia lainnya berpartisipasi dalam KIWW 2018 mengenai water sustainability.

Laki-laki yang beralamat di Desa Tigajuru, Mayong itu, melanjutkan, pada kesempatan tersebut dia berbicara mengenai permasalahan air serta permasalahan lingkungan yang dihadapinya. ”Saya juga memberikan solusi-solusi berdasarkan latar belakang keilmuan saya (Geosaintis),” ungkapnya.

Hal itu disampaikannya melalui presentasi khusus. Presentasi dilakukannya di depan pemerhati air dunia, mulai dari Unesco. Juga professor dari universitas-universitas terkemuka. Bahkan pemangku kebijakan tentang water and environment di tiap-tiap negara.

Apa yang disampaikannya bukan omongan belaka. Semuanya telah melalui proses penelitian. ”Project penelitian itu juga direspon sangat baik,” tuturnya.

Usai disampaikan dalam IKWW 2018, nantinya dia dan para delegasi lain juga akan diundang ke Indian Water Forum yang merupakan konferensi tentang air di India. ”Kami diundang untuk presentasi,” terangnya.

Sementara itu disinggung mengenai hal yang berkesan selama mengikuti IKWW 2018, Riksa menyatakan, dia kagum melihat kondisi di negara Korea Selatan yang teknologi pengolahan airnya sangat canggih. Di sisi lain, edukasi tentang lingkungan pada anak-anak juga menarik perhatiannya. ”Edukasi pada anak kecil dilakukan sedini mungkin. Khususnya tentang air dan lingkungan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Riksa menambahkan, dia juga sempat bertemu dengan para ahli biologi dari berbagai negara. ”Saya mendapat banyak pengalaman. Saya juga sempat mempromosikan produk lokal Jepara yakni dengan memberikan suvenir kain tenun Troso pada beberapa peserta dan manajer kegiatan,” imbuhnya. (*/zen)

(ks/emy/aji/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia