Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Potensi Kopi Asli Pati Ditonjolkan di Festival Srawung Gayeng

Rabu, 03 Oct 2018 18:49 | editor : Ali Mustofa

ICIP-ICIP: Para pengunjung menghampiri stand kopi gratis. Total panitia menyediakan 2000 gelas kopi merk lokal.

ICIP-ICIP: Para pengunjung menghampiri stand kopi gratis. Total panitia menyediakan 2000 gelas kopi merk lokal. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

PATI -  Puluhan brand kopi asli Pati unjuk gigi di Festival Srawung Gayeng yang digelar pagi kemarin di halaman parkir Stadion Joyokusumo. Dipilihnya kopi karena potensinya yang besar. Apalagi saat ini kopi sedang happening di tanah air.

Acep Iqbal, Kreatif Konten Festival Srawung Gayeng mengungkapkan, perlu diangkatnya kopi juga dalam menyambut hari kopi yang jatuh 1 Oktober hari ini. Melalui kenikmatan kopi, Kabupaten Pati dikenalkan kepada khalayak.

”Potensinya sangat besar. Alam Pati terutama di lereng Pegunungan Muria sangat mendukung komoditas ini. Bahkan, tercatat sudah ada 27 brand lokal asli Pati,” jelas Acep kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dalam festival ini, komunitas kopi di Pati menyuguhkan setidaknya 2000 gelas kopi gratis kepada pengunjung. Kopi itu berasal dari seluruh produk kopi lokal Pati. Selain festival kopi, dalam acara Srawung Gayeng ini panitia juga menyuguhkan potensi-potensi kreatif yang ada di Kabupaten Pati. Seperti barang kerajinan. Total ada 18 komunitas ekonomi kreatif yang berpartisipasi.

”Kegiatan ini merupakan terobosan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Selain Pati, kegiatan ini juga digelar di lima kota di Jawa Tengah. Pati menjadi kota ketiga yang menyelenggarakan kegiatan kreatif ini, selain Solo, Banjarnegar, Pekalongan, Semarang, dan Banyumas. Konten acaranya disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing. Kebetulan di Pati kopi sedang menggeliat. Jadi sekalian kami angkat supaya Pati makin dikenal luas melalui kopinya,” jelas Acep.

Selain kopi, kegiatan-kegiatan lain seperti lomba juga digelar. Mulai dari fashion show, lomba menggambar, hingga lomba nyete, atau melukis rokok dengan ampas kopi. Selain itu, kegiatan ini juga dihibur dengan bermacam penampilan seni. Puncaknya, para pengunjung disuguhi penampilan grup musik ibukota Tipe-X tadi malam. 

(ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

(ks/aua/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia