Jumat, 16 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Tiba di Kudus, Bupati dan Wabup Pilih Jalan Kaki untuk Sapa Masyarakat

Rabu, 26 Sep 2018 20:08 | editor : Ali Mustofa

MENUJU KUDUS TOP: Tamzil-Hartopo bersama ulama pilih jalan kaki dari Masjid Agung ke Pendapa Kabupaten Kudus untuk sapa masyarakat Kudus.

MENUJU KUDUS TOP: Tamzil-Hartopo bersama ulama pilih jalan kaki dari Masjid Agung ke Pendapa Kabupaten Kudus untuk sapa masyarakat Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Bupati Tamzil dan Wakil Bupati Hartopo dilantik Gubernur Jawa Tengah di Semarang kemarin. Tiba di Kudus pukul 12.30. Keduanya disambut masyarakat setempat di halaman Masjid Agung Kudus.

Tabuhan drum band dan maskot Macan Muria mengiringi keduanya. Sepanjang jalan mereka menyapa dan bersalaman dengan masyarakat. Sesampai di halaman Masjid Agung, lantunan suara dari terabang papat mengiringi. Mereka disambut para tokoh agama agama.

Sesampai masjid, keduanya mengambil wudhu. Kemudian melaksanakan salat Dhuhur. Imam salat saat itu Hadi Zaenal Fahmi. Setelah selesai salat, Tamzil-Hartopo melakukan sujud syukur.

LITERASI: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyerahkan bunga sebagai ucapan selamat kepada Bupati Kudus Tamzil dan wakilnya Hartopo usai pelantikan Senin (24/9) kemarin.

LITERASI: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyerahkan bunga sebagai ucapan selamat kepada Bupati Kudus Tamzil dan wakilnya Hartopo usai pelantikan Senin (24/9) kemarin. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Tamzil-Hartopo kemudian jalan kaki menuju Pendapa Kudus. Keduanya digandeng Haryanto dan KH. Noor Khalim Ma’ruf. Sampai di gerbang pendapa, giliran tari gabyong menyambut mereka.

Masuk Pendapa, Tamzil-Hartopo masuk ke ruangan lebih dulu. Para tamu undangan bersama para ulama dan santri lakukan salawatan bersama. Kurang lebih 10 menit bersalawat, Tamzil-Hartopo keluar dari dalam ruangan pendapa menuju halaman utama. Lagi, mereka menyapa para undangan.

Tamzil mengatakan, Pendapan Kudus rumah rakyat. Kalau ada para ulama atau santri datang, ada ruangan khusus yang hanya menggunakan alas saja. Karena sesuai dengan kebiasan di pondok.

”Kami siap menjadi pelayan masyarakat. Kalaupun nanti di dalam kami menjalankan tugas terbilang lelet dan lalai, para ulama bisa ”jewer” kami berdua. Butuh dukungannya dari masyarakat. Serta doa para tokoh agama di Kudus,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, saat pelantikan ada titipan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar kondusivitas bisa dijaga. Toleransi sangat kuat dan memang sudah dirintis bupati terdahulu. Jadi tugas selanjutnya mempertahankan dan meningkatkan.

Ditambahkan, paling utama meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat. Untuk Persatuan Sepak Bola Kudus (Persiku) akan dicarikan pelatih handal. Sehingga ketika bertanding lebih semangat. Mampu mengangkat nama Persiku di kancah sepak bola sampai nasional.

Sementara itu, usai pelantikan, Tamzil-Hartopo (Top) bergegas kembali ke Kudus. Berbeda saat berangkat, Top memilih lewat Jepara. Tidak ada alasan khusus. Namun kedua pimpinan baru ini memilih melewati jalur lamban. Rombongan hanya mengikuti.

Top memotong jalur di Demak. Keduanya belok ke arah kiri. Tepatnya di lampu merah Trengguli. Setelahnya melewati beberapa desa di Demak hingga Jepara. ”Setelah dari Trengguli lurus sampai Welahan. Dari Welahan lurus lagi hingga Gotri. Dari Gotri belok ke kanan melewati Kecamatan Mayong, Nalumsari, Kaliwungu, hingga jeblos ke jalan Lingkar Utara,” kata Tamzil menjelaskan. Dari Jalan Lingkar, rombongan melewati Desa Panjang dan menuju Pendapa.

Pemilihan jalur ini menjadi kesepakatan bersama. Top dan rombongan juga menyetujui. ”Yang penting semunya selamat. Kami sampai di Pendapa Kudus tepat waktu,” katanya.

Hartopo membenarkan jalur yang dipilih saat pulang. Dia tak menjelaskan dengan gamblang. Namun baginya sah-sah saja memilih jalur berbeda. ”Ya ingin lewat sana saja. Namun kesepakatannya memang lewat Jepara,” jelasnya.

Hartopo mengaku, banyak bersyukur sekaligus sedih. Bersyukur karena diberi amanah besar. Juga sedih jika setelahnya mendapat musibah. Namun, dia melanjutkan, semua urusan duniawi, tidak ditanggapinya berlebihan. ”Saya hari ini senang juga capek. Tetapi tidak lantas gembira sekali dan bersedih sekali. Sedang-sedang saja. Semuanya ada porsinya,” tuturnya.

(ks/san/mal/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia