Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

UMK Latih Wirausaha melalui PPK

Sabtu, 22 Sep 2018 08:53 | editor : Ali Mustofa

LATIHAN WIRAUSAHA: Tim PPK UMK melaksanakan pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswa dan tenant beberapa waktu lalu.

LATIHAN WIRAUSAHA: Tim PPK UMK melaksanakan pelatihan kewirausahaan untuk mahasiswa dan tenant beberapa waktu lalu. (TIM PPK UMK FOR RADAR KUDUS)

BAE – Universitas Muria Kudus (UMK) serius mengajak mahasiswa berwirausaha. Salah satunya melalui Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Program ini dijalankan selama tiga tahun. Sejak tahun 2018 sampai 2020 mendatang.

Ketua tim PPK Arif Setiawan, S.Kom, M.Cs menjelaskan, ada beberapa tujuan dalam kegiatan ini. Salah satunya dengan menghasilkan wirausaha baru berbasis iptek. Baik di bidang produksi, pemasaran, keuangan, dan manajemen wirausaha. ”Tim PPK mengutamakan calon dan mahasiswa pelaksana Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM)   bisa mendalami wirausaha. Alumni juga bisa mendalami wirausaha atau administrasi usaha,” tuturnya.

Tujuan lainnya, dia melanjutkan, supaya mahasiswa mampu menghasilkan artikel ilmiah. Baik dipublikasikan melalui jurnal, majalah nasional, atau internasional.

Anggota tim PPK Pratomo Setiaji, S.Kom, M.Kom dan Drs. Masluri, MM., sepakat mengatakan, metode rekrutmen cukup mudah. Caranya calon tenant harus mendaftar. Lalu mengikuti tes tertulis juga wawancara.  

Bagi calon tenant yang lolos akan diikutsertakan pelatihan di kampus dalam bentuk kuliah. Seperti tatap muka di kelas, diskusi, simulasi, praktik berwirausaha, dan kunjungan industri mitra. Juga diikutkan program magang pada industri mitra untuk dibimbing oleh dosen dan pemilik UKM mitra. ”Untuk selanjutnya mereka menyusun rencana bisnis sebagai wirausaha baru dan dibimbing oleh dosen. Berdasarkan pengalaman selama magang dan mengikuti pelatihan,” jelas Pratomo Setiaji.

Hasil rencana bisnis yang diajukan calon tenant diseleksi dengan metode seminar. Bagi mereka yang lolos akan dibantu peralatan dan biaya bahan produksi untuk jangka waktu tertentu.

Selanjutnya, Masruri menambahkan, tenant memulai usaha sesuai rencana bisnis. Setelahnya, secara berkala dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Oleh pelaksana program, perkembangan PPK akan memantau usahanya berjalan sesuai rencana. Setelah itu, dibentuk unit Kewirausahaan (Kwu) di bawah Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UMK.

”Target dari kegiatan ini yaitu berdirinya usaha baru yang dirintis oleh mahasiswa berbasis iptek. Baik dalam bidang produksi, pemasaran, keuangan dan manajemen wirausaha,” imbuhnya.

Terakhir, Arif Setiawan mengaku, target lain dari kegiatan ini yakni terbentuknya tenant untuk menjadi wirausaha baru. ”Kami  berharap tenant yang kami didik mampu mengelola usahanya baik di bidang produksi, pemasaran, keuangan dan administrasi usaha,” pungkasnya. (lia/mal)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia