Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Peserta Duwis Pati 2018 Tampilkan Bakat Seni Budaya

Selasa, 24 Jul 2018 00:32 | editor : Ali Mustofa

TUNJUKKAN BAKAT: Salah seorang peserta Duwis Pati 2018 menunjukkan bakat di sela-sela tes wawancara di Dinporapar Pati kemarin (27/7).

TUNJUKKAN BAKAT: Salah seorang peserta Duwis Pati 2018 menunjukkan bakat di sela-sela tes wawancara di Dinporapar Pati kemarin (27/7). (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Tahapan seleksi tes wawancara pemilihan Duta Wisata (Duwis) Pati 2018 di Aula Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati berakhir kemarin (23/7). Pada tes wawancara yang dilakukan lima juri, beberapa peserta juga menampilkan bakat kesenian dan budaya.

Pelaksanaan seleksi wawancara tahap kedua itu diikuti oleh peserta dengan antusias mulai pukul 08.00. Mereka mengenakan kostum sesuai bakat yang akan ditampilkan. Ada yang memakai batik, baju tari, kostum bela diri, dan lainnya. Pada tes seperti bakat seni dan budaya, peserta menunjukkan bakatnya seperti tari, dance, MC, pidato, hingga bersalawat menggunakan gitar.

Kepala Dinporapar Pati Sigit Hartoko mengatakan, tes wawancara ini dilaksanakan Sabtu (21/7) dan Senin (23/7). Pelaksanaan tes wawancara ini prosesnya face to face antara peserta dan juri. Penjuriannya dibagi menjadi beberapa ruangan yang menyebar di Gedung Dinporapar. Menurutnya, antusias peserta duwis tahun ini luar biasa. Pesertanya berasal dari SMA, mahasiswa, OPD, hingga umum.

“Ada sekitar 94 peserta yang ikut tes wawancara. Mereka dinilai oleh lima orang juri yang memang sudah profesional di bidang masing-masing. Mulai dari seni budaya, pengetahuan umum kepariwisataan, keterampilan dan model, public relation, psikolog, dan Bahasa Inggris,” katanya.

Menurutnya, dari semua peserta yang sudah mengikuti tes wawancara mempersiapkan dengan matang. Ini menandakan peserta sudah menyiapkan diri untuk berusaha lolos mengikuti grand final. Dari 94 peserta diambil 20 orang mengikuti tahapan grand final. Dirinya berharap peserta yang lolos grand final berusaha lebih keras dan yang tidak lolos bisa dijadikan pengalaman.

“Setelah mengikuti tes wawancara selama dua hari, Selasa (24/7) diumumkan 20 besar atau sepuluh pasang. Setelah itu Jumat (27/7) dilaksanakan pembekalan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pati. Usai pembekalan, peserta langsung dikarantina ke Jolong selama tiga hari. Pada proses karantina itu, salah satu mentornya Sekda Suharyono,” imbuhnya.

Di dalam karantina tersebut, lanjut Sigit, peserta dibekali latihan merias diri.

(ks/him/put/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia