Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Pati

Gara-gara Jembatan Putus, Siswa Berangkat Sekolah Gunakan Rakit

Senin, 23 Jul 2018 10:52 | editor : Ali Mustofa

MENYEBERANG: Beberapa siswa MI dari Desa Clering, Donorojo, Jepara, memanfaatkan rakit untuk menyeberangi sungai kemarin.

MENYEBERANG: Beberapa siswa MI dari Desa Clering, Donorojo, Jepara, memanfaatkan rakit untuk menyeberangi sungai kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

DUKUHSETI – Jembatan perbatasan Desa Clering, Donorojo, Jepara dan Desa Puncel, Dukuhseti, terputus pada Jumat (20/7) lalu. Akses warga sempat terhambat. Hingga Sabtu (21/7) sore membuat rakit atau ponton untuk menyeberang sungai.

Kemarin siang sekitar pukul 11.00, sejumlah siswa MI Miftahul Falah, Desa Puncel terpaksa menaiki ponton saat pulang sekolah karena jembatan terputus. Demikian pula saat berangkat sekolah. Sebagian besar siswa di madrasah merupakan warga Kecamatan Donorojo. Tiap hari, orang tua siswa mengantar-jemput di sekitar jemput.

Siswa harus berjalan kaki dari jembatan ke madrasah atau sebaliknya. Saat pulang sekolah, orang tua sudah berada di sekitar bahu jembatan sebelah barat Desa Clering untuk membantu menyeberangkan siswa menggunakan ponton.

Selain siswa, nelayan Kecamatan Donorojo yang hendak mengikuti lelang di TPI Puncel juga terpaksa menyeberang menggunakan ponton. Kendaraan mereka diparkirkan di sekitar jembatan. Selesai lelang mengangkut ikan dengan penyeberangan ponton.

Perangkat Desa Puncel, Dukuhseti, Sumarlan menuturkan, pada Sabtu (21/7) sudah ditinjau petugas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati. Langkah pertama yang dilakukan menarik tali jembatan yang putus. Langkah ini untuk mengevakuasi perahu-perahu di sisi selatan jembatan.

Sebab, terputusnya jembatan menghalangi perahu menuju muara. Proses evakuasi perahu dilaksanakan hingga Sabtu (21/7) sore. Lalu pukul 16.30, pihaknya membuat ponton dari bahan-bahan bekas proyek pembuatan breakwater di muara perbatasan daerah itu.  Ini dilakukan supaya akses warga tak terhambat.

“Kasihan warga Donorojo yang sekolah atau yang mengikuti lelang di Dukuhseti. Perahu ponton itu digunakan warga sambil menunggu perbaikan jembatan secara darurat,” tuturnya.

Ia menambahkan, waktu jembatan terputus, tidak memakan korban jiwa. Ada 15 warga Desa Tulakan, Ujungwatu, dan Desa Clering yang terjatuh ke sungai.

Sementara itu Kepala DPUTR Ahmad Faisal melalui Kasi Jembatan Eny menuturkan, sudah meninjau jembatan. Pihaknya akan memperbaiki jembatan secara darurat terlebih dulu. Pekerjaannya mulai dilaksanakan pekan ini dengan mengganti seling tali jembatan yang terputus.

“Sementara kami perbaiki terlebih dahulu secara darurat. Sebelumnya waktu menjelang lebaran juga sudah diperbaiki kayu jembatan yang sudah tak layak. Kami sudah mengajukan proposal ke provinsi dengan rencana anggaran Rp 7,4 miliar. Semoga saja bisa segera terealisasikan,” ungkapnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia