Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ini Alasan Mengapa Seleksi Jalur SKTM Harus Dievaluasi

23 Juli 2018, 10: 43: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

JALUR SKTM: Sejumlah siswa mendaftar SMA melalui jalur SKTM pada PPDB 2018 baru-baru ini.

JALUR SKTM: Sejumlah siswa mendaftar SMA melalui jalur SKTM pada PPDB 2018 baru-baru ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Pendaftar sekolah melalui jalur surat keterangan tak mampu (SKTM) menjadi salah satu catatan pada proses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) belum lama ini. Ini karena masih ditemukan banyak siswa yang menggunakan SKTM abal-abal.

Kasi SMA BP2MK Wilayah II Jawa Tengah Hariyanto menuturkan, dari delapan SMA negeri di Bumi Mina Tani, rata-rata menerima pendaftar SKTM. Ada yang hanya 17 persen dari pendaftar, hingga ada yang mencapai 40 persen SKTM dari total pendaftar.

“Dari total pendaftar PPDB SMA negeri secara online sebanyak 3.273. Dengan rincian pendaftar SKTM ada 387 siswa dan non SKTM ada 2.886. Seperti di SMAN 1 Juwana pendaftar SKTM yang diterima ada 104 siswa, di SMAN 1 Tayu ada 66 siswa, SMAN 1 Jakenan ada 50 siswa,” ungkapnya.

Hariyanto mengaku, pendaftar SKTM tersebut telah diverifikasi masing-masing tim verifikasi sekolah bersangkutan. Tim verifikasi terjun langsung ke lapangan meneliti kondisi pendaftar SKTM. Bahkan sebelumnya juga sudah disosialisasikan tentang penggunaan SKTM kepada siswa dan orang tua yang mendaftar melalui jalur tersebut.

“Dari pendaftar SKTM telah diverifikasi. Hasilnya ada 21 calon siswa dari pendaftar SKTM yang didiskualifikasi. Mereka telah menggunakan SKTM tak sesuai peruntukannya. SKTM digunakan untuk siswa yang benar-benar kurang mampu di dalam zona 1 sekolah. Namun nyatanya masih ada yang menyalahgunakan. Karena ketahuan menggunakan SKTM abal-abal, maka calon siswa didiskualifikasi dan tidak dapat mendaftar ke SMA negeri manapun se-Jawa Tengah,” tegasnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia