Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Haryanto, Salah Satu Pengusaha di Balik Sukses Paslon Top

30 Juni 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Panji Atmoko

TOTALITAS: Haryanto (kiri) bersama simpatisan Top yang menggelar nazar jalan kaki 12 km usai jagonya unggul suara dalam Pilbup Kudus.

TOTALITAS: Haryanto (kiri) bersama simpatisan Top yang menggelar nazar jalan kaki 12 km usai jagonya unggul suara dalam Pilbup Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

PENGUSAHA bus yang satu ini sempat mencuri perhatian khalayak. Betapa tidak? Ia merupakan salah satu tokoh yang turut andil dalam kemenangan pasangan calon (paslon) M Tamzil dan Hartopo (Top). Dia tidak hanya membantu secara moril, tetapi materiil.

Haryanto mengaku selalu optimistis pasangan Top menang. Sejak awal dia mendukung Top karena ingin mencari pemimpin baru. Sosok yang mampu membawa Kudus kembali ’’hijau”.

”Niat saya membantu Pak Tamzil dan Pak Hartopo itu apa? Hanya ingin Kudus menjadi lebih religius. Bukan karena jabatan atau harta, tetapi ingin Kudus kembali hijau. Ingin tanah kelahiran saya ini sejahtera. Dan saya rasa, kedua sosok ini mampu membawa Kudus menjadi lebih baik,” ungkap lelaki yang pernah menjadi tukang babat rumput semasa kecil ini.

Lelaki kelahiran Kudus, 17 Desember 1959 ini memang dikenal pantang menyerah. Ketika Tamzil dikritik karena dianggap sudah tak pantas memimpin Kudus, Haryanto tampil membela. Dia yakin Tamzil sosok yang amanah. Sehingga ketika Top menang, dia menangis bahagia. ”Hati saya menangis. Menangis bahagia. Akhirnya Kudus dipimpin Pak Tamzil dan Pak Hartopo selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

Maka, bentuk ucapan syukurnya dia akan menggelar pengajian akbar. Tidak hanya menyembelih kerbau untuk dibagikan kepada warga, dia akan mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir As Segaf. ”Nanti rencananya seperti itu. Kami juga akan menggelar wayangan. Warga Kudus bisa ikut nonton,” terangnya.

Lelaki yang pernah mendapatkan penghargaan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jateng kategori pelayanan terbaik untuk armada pada 2013 ini mengaku paslon lain harus kembali dirangkul. Baginya, siapa pemimpinnya harus didukung.

”Pokoknya paslon yang kalah jangan larut. Pilkada sudah rutin dilakukan. Menang kalah soal biasa. Yang terpenting, mari sama-sama membangun Kudus menjadi semakin baik,” paparnya. 

(ks/mal/don/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia