Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Silahkan Dicoba, Rumah Terbalik Jadi Ajang Selfie, Nih Penampakannya

30 Mei 2018, 14: 37: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

SPOT FOTO UNIK: Pengunjung wahana baru Rumah Terbalik yang dibangun di depan kampus UMK bisa menjadi alternatif wisata baru di Kota Kretek.

SPOT FOTO UNIK: Pengunjung wahana baru Rumah Terbalik yang dibangun di depan kampus UMK bisa menjadi alternatif wisata baru di Kota Kretek. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

BAE – Spot foto di rumah terbalik sedang ngetren dan digandrungi wisatawan. Bagi yang doyan swafoto, kini tak perlu jauh-jauh lagi ke luar kota. Sebab, di Kudus sudah ada rumah terbalik pertama yang bisa dijadikan alternatif wisata. Letaknya di depan kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Rumah terbalik itu sudah dibuka sejak tiga hari lalu.

Rumah seluas 185 meter persegi ini berlokasi di utara kampus UMK. Pengunjung akan dimanjakan dengan uniknya tata ruang rumah yang serba terbalik. Tampak dari depan saja, bentuk rumahnya terbalik. Atap genteng yang seharusnya di atas menjadi di bawah. Selain itu, ruangan di dalamnya juga lengkap seperti rumah pada umumnya.

Semua ornamen dan perabotan rumah tangganya juga terbalik. Ada ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, dapur, taman, hingga kamar mandi. Pengunjung yang masuk bakal merasakan sensasi seperti melayang. Menyusuri setiap ruangnya secara terbalik.

Pengunjung juga dibuat terpukau dengan sensasi 3D art yang menjadi objek favorit untuk berfoto ria. Total ada sekitar 17 spot untuk berfoto.

Adi Susanto, owner rumah terbalik mengatakan, ide membuat rumah terbalik ini terinspirasi dari objek wisata rumah terbalik di berbagai kota di Indonesia. Seperti halnya rumah terbalik di kawasan Wisata Coban Talun maupun Eco Green Park, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. ”Sebenarnya alasannya sederhana. Karena di Kudus belum ada, jadi kami memunculkannya di sini,” ungkap Adi.   

Pembukaannya baru Minggu (27/5) lalu. Sejak tiga hari dibuka sudah ada puluhan pengunjung yang datang. Terkait tiket masuknya, pengunjung dikenai tarif Rp 15 ribu per orang. Buka sejak pagi hingga sore, mulai pukul 09.00-17.00. Namun selesai Lebaran nanti, jam buka akan diefektifkan dengan shift kerja.

”Karena masih soft opening, untuk usia anak-anak masih free. Kami harap rumah terbalik ini bisa menjadi spot wahana wisata alternatif bagi warga Kudus dan sekitarnya,” tambahnya.

Pihaknya juga berencana membangun foodcourt di sekitar rumah terbalik. Hal ini pun bisa memfasilitasi para pelaku usaha. Dengan begitu, kawasannya pun akan ramai dikunjungi pula.

(ks/ela/don/lil/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia