Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Janda Korban Perampokan Dapat 162 Jahitan

Rabu, 23 May 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

DIINFUS: Trias Krisdiana, 48, warga Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, menjalani perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

DIINFUS: Trias Krisdiana, 48, warga Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, menjalani perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

KUDUS – Kondisi Trias Krisdiana mulai membaik. Janda 48 tahun ini, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi Minggu (20/5) lalu, karena menjadi korban perampokan disertai pembacokan. Akibat luka yang serius, dia harus menerima 162 jahitan di tubuhya.

Pelaku perampokan, Agus Talim, 30, warga Desa Panjang, Bae, Kudus, sudah kenal dengan korban. Dia nekat merampok dan melukai warga Jalan HOS Cokroaminoto No. 51 atau Gang 5, RT 2/RW 4, Kelurahan Mlatinorowito, Kota, Kudus, itu karena terlilit utang.

Nyawa Trias tertolong berkat kecerdikannya. Pemilik toko sembako ini pura-pura mati. Setelah terkena sabetan senjata tajam yang dilayangkan Agus Talim. Tubuh korban pun berlumuran darah.

Begitu mengetahui korban tidak berdaya, Agus leluasa menggasak isi rumah. Pelaku mengambil barang milik korban berupa laptop, lima handphone, dan uang tunai Rp 2.733.000.

Staf Humas RSUD dr. Loekmonohadi Kudus Saiful Anas membenarkan hal tersebut. Korban Senin (21/5) siang lalu menjalani operasi selama hampir tiga jam. Di bawah penanganan dr. Wahyu Widjanarko.

”Operasi kemarin dilakukan di ruang IBS. Ada 162 jahitan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanganan pertama. Setelah upaya stabilisasi pasien dan tindakan lain, sehingga bisa dilakukan upaya penyelamatan pasien,” katanya.

Dijelaskan, korban sampai di rumah sakit sekitar pukul 22.00 dalam keadaan sadar dengan beberapa luka di tubuhnya. Sampai kemarin, ia masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun ia menjelaskan, kondisi korban yang beralamat di RT 2/RW 4, Kelurahan Mlatinorowito, Kota, Kudus, itu berangsur membaik.

”Korban sudah sadar penuh. Sudah baik, sudah mau makan dan sudah bisa diajak komunikasi,” imbuhnya.

Meski begitu, pihak rumah sakit tetap menyarankan untuk merujuk pasien ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Hal tersebut dilakukan agar segera dilakukan operasi syaraf.

”Karena banyak syaraf dan tendon yang putus, maka kami harus merujuk pasien agar segera dilakukan operasi bedah syaraf. Jika tidak, dimungkinkan pasien akan mengalami kelumpuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tangan kanannya ditemukan fraktur. Selain itu, juga harus dilakukan penambalan pada kulit kepala. Karena pada bagian belakang sebelah kiri terjadi pengelupasan yang cukup parah.

(ks/daf/ruq/lin/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia