Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Pabrik Sepatu Tampung 20 Ribu Tenaga Kerja

04 Mei 2018, 15: 25: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

PECAH KENDI: Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Direktur PT Sendam Jaya Abadi Hoong Coon Six meletakan batu pertama pabrik sepatu di Rembang kemarin.

PECAH KENDI: Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Direktur PT Sendam Jaya Abadi Hoong Coon Six meletakan batu pertama pabrik sepatu di Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA – PT Sengdam Jaya Abadi mulai mengawali pembangunan pabrik sepatu di lahan seluas 30 hektare kemarin. Proyek pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta unsur forkompimda. Jika tidak ada hambatan pabrik beroperasi pada Januari tahun 2019.

  Direktur PT Sendam Jaya Abadi Hoong Coon Six menyebutkan jika pabrik yang berlokasi di wilayah Desa Sridadi dan Pasar Mbanggi, Rembang pada tahap pertama beroperasi akan menyerap tenaga kerja 3.000 orang, tahap kedua 3.000 orang dan bertahap mencapai 20 ribu orang.

”Kami langsung kerjakan tahun ini. Untuk gedung satu ditargetkan rampung, sehingga tahun depan beroperasi. Begitupun tahap kedua bulan April ditargetkan rampung, menyusul gedung yang ketiga bulan Mei,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Untuk urusan limbah pihaknya memastikan tidak ada hambatan. Sebab semua dikerjakan secara rapi, bahkan modelnya mirip hotel. Hal itu dapat dilihat seperti pabrik yang ada di Surabaya.

“Kalau ke depan pabrik sudah beroperasi, sebulan akan mampu berproduksi sebanyak 1 juta pasang sepatu. Mengenai merek tentu beragam. Namun yang pasti merek luar negeri,” katanya

Mr. Hong sapaan akrab Hoong Coon Six mengaku tertarik investasi di Rembang cukup beralasan. Pertama kemudahan yang diberikan pemkab dan Bupati Rembang, Abdul Hafidz menawarkan langsung ditindaklanjuti.

”Awalnya saya tidak ingin mencari tanah di sini. Lalu kita bertemu bupati yang memberikan kelancaran. Makanya kami berani investasi tahap awal Rp 400 miliar, tahap kedua Rp 200 miliar hingga terakhir totalnya Rp 800 miliar,” terangnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz tidak menampik awalnya pendirian pabrik sepatu tidak di Kabupaten Rembang. Namun di daerah Lamongan atau Brebes. Melihat kemiskinan masih tinggi dan pengangguran banyak hingga akhirnya di dorong masuk.

”Saya beri izin agar pengangguran berkurang. Lalu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, walaupun tidak mudah. Namun dengan koordinasi baik, pengadaan tanah dan proses perijinan lancar,” ujarnya didampingi oleh Kepala Desa Pasar Mbanggi, Rembang, Rasno didampingi Kepala Desa Sridadi, Edi Purwanto.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia