Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Usai Hubungan Intim, Korban Dipaksa Minum Apotas

20 Februari 2018, 07: 35: 59 WIB | editor : Panji Atmoko

TAK BERKUTIK: Kapolres Blora AKBP Saptono (kiri) saat gelar perkara pembunuhan kemarin.

TAK BERKUTIK: Kapolres Blora AKBP Saptono (kiri) saat gelar perkara pembunuhan kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BLORA – Kaki Edi Sumarsono alias Sondong, 24, pelaku pembunuhan Ida Lestyaningrum, 27, warga Wedung, Demak, terpaksa ditembak. Warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora, ini hendak kabur saat olah pencarian barang bukti.

Ida Lestyaningrum ditemukan tergeletak di pinggir jalan Blora-Randublatung Jumat (16/2) lalu. Korban meninggal seusai diberi minuman oleh pelaku. Minuman teh itu diduga telah dicampuri racun insektisida (apotas).

Sondong mengakui apa yang dilakukan. Yakni, Kamis (15/2) sekitar pukul 12.00 bertemu Ida di lapangan Pancasila Demak. Kemudian, dia diajak ke rumah adik sepupu korban. Di sana dia berbincang-bincang sekitar lima menit. “Setelah itu, saya bersama Ida pergi ke Lapangan Pancasila lagi,” ucapnya.

Korban ingin tahu rumah pelaku di Blora. Saat itu mereka berangkat mengendarai sepeda motor Suzuki Skydrive bernopol B 6297 SSO milik pelaku. Sekitar pukul 15.00 keduanya sampai di Alun-alun Blora.

Pelaku menerangkan, sekitar pukul 16.00 sampai di Tugu Monumen, Desa Wulung, Kecamatan Randublatung. Saat istirahat pelaku merayu korban. “Dek sampeyan sayang kulo mboten, nak emang sayang buktine nopo,” ucapnya.

Mendengar pertanyaan itu, korban menjawab. “Nggeh Mas, buktine kulo sampe mriki,”. Lantas pelaku mengajak korban berhubungan intim. Namun, ajakannya ditolak korban. Meski begitu, pelaku tetap berusaha merayu. Korban tak kuasa menolak. Seusai berhubungan, korban meminta pertanggungjawaban perbuatan tersebut.

Korban minta ketemu orang tua pelaku. Namun, ayah dua anak ini menjawab besok-besok saja. Mendengar jawaban itu, korban kecewa. Tanpa pikir panjang pelaku mengambil apotas di jok motor dan memasukkannya ke botol teh milik korban.

Pelaku meminta korban meminumnya. Namun, Ida sempat menolak. Pelaku marah dan mencekik leher korban menggunakan tangan kiri. Korban terpaksa meminum teh yang telah dicampur apotas supaya tidak hamil.

Selanjutnya, korban diminta naik motor untuk diantarkan pulang. Sekitar pukul 17.30 korban bersandar di bahu pelaku dan tiba-tiba jatuh di jalan. “Saya berhenti dan melihat korban yang terjatuh. Selanjutnya saya melepas helm dan mengambil tas serta handphone. Kemudian, tubuh korban saya angkat dan lempar ke semak-semak. Setelah itu saya pulang,” jelasnya.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan, korban meninggal karena mengalami penyumbatan saluran pernapasan. 

(ks/sub/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia