Selasa, 20 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Kudus
Hoax Atau Fakta

Telat Perpanjang STNK hanya Ditilang

Jumat, 12 Jan 2018 08:36 | editor : Ali Mustofa

MERESAHKAN: Screenshoot informasi hoax tentang tilang STNK dengan dikenakan sanksi dan denda.

MERESAHKAN: Screenshoot informasi hoax tentang tilang STNK dengan dikenakan sanksi dan denda. (MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS)

BARU-BARU ini, beredar pesan informasi di media sosial (medsos) tetang adanya razia pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Razia ini, digelar pemerintah daerah (pemda), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Polri mulai kemarin (11/1) secara serentak di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, agar menyakinkan informasi ini juga dilengkapi dengan data kendaraan yang belum membayar pajak STNK. Bahkan disertai denda, biaya parkir, hingga jadwal kegiatan razia. Seperti berikut: berdasarkan data, ada ratusan ribu motor dan mobil yang belum bayar pajak. Bagi kendaraan yang telat bayar pajak tiga tahun atau lebih, akan langsung dikandangin. Dan bayar derek serta bayar parkir: SEHARI Rp 400 ribu. Berikut jadwal: jam dan tempat razianya. Info dari Mabes Polri. Pagi 09.00-12.00, siang 14.00-17.00, malam 20.00-24.00 dilanjutkan kembali pagi dini hari: 02.00-05.00.

Menanggapi hal itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui KBO Lantas Iptu Sucipto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus kemarin mengatakan, informasi tersebut hoax alias tidak benar. Sebab, pengendara yang melanggar hanya dikenakan tilang. Namun, pihaknya mengimbau pengendara untuk tertib administrasi surat-surat kendaraan dan tertib lalu lintas.

”Kami rutin melakukan razia mulai dari kelengkapan kendaraan sampai surat-surat kendaraan termasuk STNK. Pengendara yang terlambat memperpanjang STNK kami beri penindakan berupa tilang. Kami tidak meminta uang atau bahkan sampai kendaraan dikandangkan. Kami hanya menilang,” ungkapnya.

Selain itu, Humas Polres Kudus juga telah menerbitkan informasi di Instagram. Bahwa informasi yang menyebutkan adanya razia STNK di seluruh Indonesia itu hoax.

Hal senada juga diungkapkan Plt. Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Sam’ani Intakoris melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Putut Srikuncoro. Dia mengatakan, terkait razia gabungan yang digelar serentak di seluruh kabupaten, kota madya, provinsi, Indonesia pihaknya belum memperoleh informasi apapun.

”Kami dan Polri selalu bersinergi. Tapi, adanya razia SNTK mulai hari ini (kemarin, Red) belum ada koordinasi sama sekali. Jika memang benar pasti sebelum pelaksanaan sudah ada koordinasi, terutama titik-titik lokasi razia. Tapi hingga saat ini (kemarin, Red) tidak ada. Berarti ini jelas hoax,” jelasnya.

 …………….

 FAKTANYA: Terlambat memperpanjang STNK hanya diberi ditilang. Tak ada tambahan uang lain, bahkan sampai kendaraan dikandangkan. Namun, polres mengimbau pengendara untuk tertib administrasi surat-surat kendaraan dan tertib lalu lintas.

(ks/ruq/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia