Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pati
Hoax Atau Fakta

Pil Progesterex, Bukan Bikin Mandul, Tapi Malah Subur

09 Januari 2018, 08: 18: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

Pil Progesterex, Bukan Bikin Mandul, Tapi Malah Subur

DI beberapa grup Whatsapp, banyak beredar pesan-pesan dengan nada peringatan. Pesan-pesan itu pun tak jarang menjadikan si penerima menjadi waswas. Salah satu pesan yang cukup membuat khawatir itu, tentang pil progesterex.

Di dalam pesan dari tukang hoax itu disebutkan, bahwa pil ini dipakai untuk para pemerkosa. Mereka beroperasi pada acara-acara pesta untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya.

Di dalam pesan itu disebutkan pula, obat tersebut biasanya digunakan bersamaan dengan rohypnol (roofies) semacam obat bius. Cara kerjanya, pelaku hanya tinggal memasukkan rohypnol dan progesterex ke dalam minuman. Setelah diminum, korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam, pagi, siang, dan sore itu.

Celakanya, masih dalam pesan berantai itu, progesterex akan membuat si perempuan yang menjadi korban tidak akan bisa hamil untuk selamanya. Membaca pesan bernada peringatan seperti itu, sudah dipastikan menjadikan waswas para perempuan.

Seperti yang dialami Nur Hidayah, 25, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kudus ini, mengaku takut dengan isi pesan tersebut. ”Ngeri lah pastinya. Melihat akibatnya yang sampai begitu (tak bisa hamil selamanya, Red). Kan sangat menakutkan, apalagi pil itu untuk hewan besar,” katanya usai membaca pesan tersebut.

Namun, jangan keburu percaya begitu saja. Nyatanya, pesan tersebut 100 persen informasi hoax alias berita bohong. Fery RS, dosen kebidanan Akbid Duta Dharma Pati mengaku baru mendengar nama pil itu. Apalagi efeknya yang bikin orang tak sadar dan membuat mandul.

”Setahu saya tidak ada pil itu dengan kegunaan yang begituan (progesterex, Red). Kalau progesteron atau progestin malah ada. Itu jenis pil KB. Kegunaannya cuma nahan kehamilan saja, bukan berefek tak bisa hamil selamanya,” terangnya.

Sementara itu, Joko Leksono, kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mengatakan, informasi itu dipastikan hoax. ”Progesterex memang ada. Namun tidak dijual bebas. Hanya dengan resep dokter. Apalagi diperuntukkan bagi hewan. Pil ini malah berfungsi sebagai penyubur kandungan. Progeseterex fungsinya sebagai hormone untuk perempuan. Bisa untuk mengatur siklus haid,” kata pria yang juga Seksi Perizinan Dokter pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pati ini.

Mengenai disebutkan pesan itu informasi dari Dinas Kesehatan, ia menyangkal tak benar. Tidak ada instruksi dari atasan untuk menyebarkan pesan bernada peringatan tersebut.

Begitu juga dari kepolisian. Di dalam pesan itu dicantumkan pula, bahwa pesan tersebut bersumber dari Mabes Polri. Namun nyatanya juga tak benar. Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kabag Ops Kompol Sundoyo membantah informasi itu. ”Tak ada instruksi dari mabes mengenai hal itu. Semuanya dipastikan hoax. Tak ada itu pemerkosa pakai obat-obatan itu,” tegasnya.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia