Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Nenek Ini Tewas Dianiaya Orang Gila di Ladang, Kepala Dipukul Batu

08 Januari 2018, 07: 38: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

Nenek Ini Tewas Dianiaya Orang Gila di Ladang, Kepala Dipukul Batu

GROBOGAN – Warga Dusun Keyong, Desa Penganten, Kecamatan Klambu, digegerkan ada seorang nenek dianiaya hingga meninggal kemarin (7/1). Korban diketahui Sakinah, 72, warga setempat.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.00. Ketika itu korban di ladang jagung Area Hutan Pesanggem milik KPH Perhutani Purwodadi. Tiba-tiba datang pelaku, Sarmadi, 50, warga Banyumanik, Semarang.

Diduga gangguan jiwa pelaku kumat. Selama ini menggelandang di Desa Penganten. Tetapi, kemarin tiba-tiba memukul korban di bagian kepala, punggung, lengan. Hingga akhirnya Sakinah tersungkur. Korban pun tidak sadarkan diri.

DIPUKUL BAGIAN KEPALA: Sakinah, nenek berusia 72 tahun tewas dipukul Sumadi, 50, seorang gelandangan yang diduga mempunyai kelainan jiwa.

DIPUKUL BAGIAN KEPALA: Sakinah, nenek berusia 72 tahun tewas dipukul Sumadi, 50, seorang gelandangan yang diduga mempunyai kelainan jiwa. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Kejadian tersebut diketahui warga sekitar. Kemudian korban diberikan pertolongan dan sempat dibawa ke Puskesmas Kecamatan Klambu. Namun, nyawanya tidak tertolong saat dirujuk ke RSUD R Soedjati Purwodadi.

Sementara pelaku melarikan diri ke rumah warga Desa Penganten. Rumah itu menjadi tempat tidur pelaku di malam hari.

Akhirnya warga menangkap Sarmadi. Pelaku diserahkan ke Polsek Klambu. Sebelum petugas Polsek Klambu datang, puluhan warga gregetan dengan ulah orgil tersebut. pelaku dimassa warga. Pelaku pun dilarikan ke RSUD R Soedjati untuk jalani perawatan.

Kasmain, 57, tetangga korban mengatakan, kejadian penganiayaan hingga menyebabkan kematian berlangsung cepat. Selama ini warga setempat tidak pernah menaruh curiga kepada pelaku melakukan penganiayaan. Pelaku hanya diam dan jarang mengamuk.

”Warga kaget. Karena pelaku biasanya diam, nggak ngamuk. Tetapi tiba-tiba menganiaya hingga Bu Sukinah (korban, Red) meninggal,” kata Kasmain.

Setiap hari korban pergi ke ladang untuk menanam jagung dan tanaman palawija. Korban meninggalkan dua anak dan dua cucu. Sedangkan pelaku selama ini tinggal di salah satu teras rumah warga sekitar enam bulan terakhir.”Satu pekan sebelum kejadian, pelaku mau membacok warga Rejosari tetapi diselamatkan oleh warga,” terang dia.

Sementara itu, Soleh, 37, menantu korban mengatakan, keluarga telah mengiklaskan. Sehingga saat akan dilakukan otopsi, keluarga menolak. ”Kami sudah mengiklaskan dan tidak akan menuntut apa-apa. Jadi kami menolak untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan luka dari korban. Keluarga langsung memakamkan jenazah korban sekitar pukul 11.30 pagi. Pihak keluarga menyadari pelaku memiliki penyakit kejiwaan.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Suwasana menambahkan, tewasnya korban karena dilakukan penganiayaan. Korban meninggal karena dipukul dengan batu bagian kepala, lengan, dan punggung. Pelaku diketahui, Sarmadi, 50 warga Banyumanik Semarang, diduga mengalami gangguan jiwa.

”Pelaku masih diamankan dan dirawat RSUD R Soedjati Purwodadi. Informasi dari warga pelaku pelarian dari RSJ Magelang. Untuk proses hukum kami akan datangkan psikiater,” tandasnya.

(ks/mun/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia