Rabu, 19 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Features
Syamsul Anwar, Ketua PC GP Ansor Jepara

Termotivasi Mertua, Cetak 800 Kader dalam Dua Bulan

03 Januari 2018, 15: 14: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

KADERISASI: Syamsul Anwar memberikan sertifikat kepada kader Banser belum lama ini.

KADERISASI: Syamsul Anwar memberikan sertifikat kepada kader Banser belum lama ini. (DOK. PRIBADI)

Syamsul Anwar secara aklamasi terpilih sebagai ketua PC GP Ansor Jepara belum lama ini. Sejak dilantik akhir tahun lalu, berbagai program ia realisasikan. Mulai menggelar gebyar salawat sampai perekrutan kader ansor dan banser di tingkat kecamatan.

 

M. KHOIRUL ANWAR, Tahunan

SENYUM ramah Syamsul Anwar menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Kudus di ruang kerjanya. Ruang kerja tersebut bersebelahan dengan rumahnya Jalan Ratu Kalinyamat RT 01/RW 8 Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan. Ruangannya sekitar 10 x 5 meter. Terdapat kursi tamu dengan ukiran kepala elang di bagian atas kursi.

Di ruang tersebut Syamsul menceritakan awal perjalannya menjadi Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Jepara periode 2017-2021. Dia mengatakan pernah melewati masa sulit ketika ayahnya sedang bangkrut. Harus bersekolah sambil bekerja untuk membayar kebutuhan sekolah. Mulai 1993 sampai 1996 menempuh pendidikan di SMA Islam Jepara. “Selama tiga tahun bekerja di percetakan milik ketua Yayasan waktu itu, Ali Irfan Muchtar,” tuturnya.

Setelah lulus, melanjutkan kursus Bahasa Inggris di Pare, Kediri selama sembilan bulan. Sepulang dari sana diajak bekerja di Jakarta bersama saudaranya. Di sana dia membantu menjaga toko kerajinan kain Troso. Tidak hanya di toko, tapi juga sering mengkuti pameran. Mulai di gedung DPR, hotel, dan pusat perbelanjaan. Dari pengalamnanya tersebut ayah tiga anak ini mendapat banyak relasi. Sering bertukar pengamalaman dengan pengusaha-pengusaha daerah lain.

“Pada 1998 ada kerusuhan yang tercatat sebagai tragedi berdarah nasional. Toko yang saya jaga ikut menjadi korban pembakaran. Akhirnya pulang kembali ke Jepara,” kenangnya.

Pulang ke Troso membantu ibunya menjaga toko sembako. Sempat berpikir bahwa sulit berkembang jika hanya berjulan toko sembako. Tapi mulai dari toko sembako terdsebut ia mulai merintis usaha. Dan kini menjadi direktur sebuah perusahaan air minum di Jepara. Pada 2008 menikah dengan Ummi Yuliani. Dia adalah putra Ali Irfan Muchtar yang juga sebagai mantan wakil bupati Jepara. Syamsul mengaku mulai termotivasi ikut organisasi karena motivasi dari mertuanya. Suatu ketika pernah berujar menjadi orang tidak cukup bekerja, bersenang-senang dengan keluarga, tapi harus berani berkorban waktu, pikiran, dan materi untuk kepentingan umat. Pesan tersebut disampaikan ketika melihat Syamsul sudah mulai mapan dalam hal ekonomi. Dari nasehat tersebut pada 2014 laki-laki kelahiran Jepara, 27 September 1977 ini bergabung dengan organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jepara. Dan terpilih sebagai ketua. Organisasi tersebut sebelumnya vakum. “Karena jabatan pertama di organisasi, ketika berbicara di depan umum belum bisa lancar,” ujarnya sambil tersenyum.

Sebagai seorang pimpinan menurutnya memiliki tanggungjawab besar menghidupkan dan mengembangkan kembali organisasi yang dipimpin. Jabatan organisasi bukan sebagai ladang mencari keuntungan. Tapi untuk mejalankan amanah. “Ketua itu ya ujung tombak dan ujung tombok,” tuturnya.

Tidak berhenti di situ, niat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat ia tunjukkan dengan menghidupkan kembali PAC Ansor Pecangaan. Selama enam tahun juga vakum. Ada semangat menghidupkan kembali dari pengurus lainnya. Pada SK kepengurusan sebelumnya masih ada dua kader yang masih cukup usianya. Salah satunya adalah dia. Jabatan sebelumnya sebagai wakil bendahara.  Lewat musyawarah ia terpilih sebagai ketua PAC Ansor Pecangaan periode 2015-2017.

Menurutnya, sinergi antara PC dan PAC sampai ranting masih kurang masksimal. Padahal jumlah kader sangat potensial. Dari keprihatinnya tersebut dia memunculkan program dengan menunjuk ranting sebagai tuan rumah setiap acara PAC. Dengan begitu para pemuda akan bergerak mengatur acara. Mulai dari situ dia bentuk pengurus-pengurus ranting di seluruh Kecamatan Pecangaan. “Kalau kegiatannya dipusatkan di PAC ya tidak ada komunikasi dengan ranting. Bagaimana mau berkembang kalau pengurus ranting saja tidak ada,” jelasnya.

Setelah berjalan tiga tahun tepat di akhir masa jabatannya, PC Ansor menggelar Konferensi Cabang. Banyakanya dorongan dari sesepuh NU waktu itu, dia mencoba memberanikan diri untuk mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor Jepara. Selama enam bulan dia mulai jajak pendapat ke ranting dan anak cabang di seluruh Jepara. “Saya coba petakan permasalahan Ansor selama ini di Jepara. Hal ini untuk menyusun program visi dan misi,” jelasnya.

Setelah terpilih secara aklamasi, bersama pengurus lainya langsung bergerak merekrut kader Ansor dan Banser. Program utamanya, sama ketika ia menjadi Ketua PAC Pecangaan. Memusatkan kegiatan di tingkat yang lebih bawah. Dalam hal ini adalah PAC. Setiap bulan digelar gebyar sholawat secara bergilir di setiap kecamatan. “Ketika kegiatan pengkaderan dan kegiatan lain digelar di PAC, ranting harus ikut terlibat. Kami jadi tahu mana yang sudah punya pengurus dan mana yang belum,” imbuhnya.

Selama dua bulan terakhir sudah mengkader 800 anggota. Rencannya dilantik dan dilakukan pembaretan pada Maret mendatang di Bumi Perkemahan Pakis Aji. “Anggota tersebut juga kami siapkan untuk menggelar kemah bakti ansor se Jawa Tengah. Yang akan digelar pada April mendatang. Jepara sebagai tuan rumah,” jelasnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia